Arti Kata "kedau" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kedau" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kedau

ke·dau ark v, me·nge·dau v berteriak (minta tolong dsb): ia ~ sekuat-kuatnya, tetapi tidak seorang pun yg mendengarnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kedau"

📝 Contoh Penggunaan kata "kedau" dalam Kalimat

1.Ia terdengar mekedau sekuat-kuatnya, tetapi tidak seorang pun yang mendengarnya di tengah kerumunan orang.
2.Di tengah hujan deras, ia mekedau sekuat-kuatnya agar seekor anjing terluka bisa mendapatkan pertolongan.
3.Ketika sedang berada di tempat yang sepi, ia mekedau untuk meminta bantuan, tetapi tidak ada jawaban.
4.Ia mekedau sekuat-kuatnya agar ibunya bisa mendengarnya, tetapi ibunya masih tertidur dalam keadaan sangat lelah.
5.Di dalam film yang sedang ditonton, tokoh utamanya mekedau sekuat-kuatnya agar bisa menemukan jalan keluar dari keadaan darurat.

📚 Artikel terkait kata "kedau"

Mengenal Kata 'kedau' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kedau" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kedau" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "kedau" berarti berteriak (minta tolong dsb), tetapi tidak ada orang yang mendengarnya. Ketika kita mendengar kata ini, mungkin kita akan membayangkan situasi di mana seseorang sedang berusaha keras untuk mendapatkan perhatian, tetapi tidak ada orang yang melihat atau mendengar. Kata "kedau" memiliki konteks historis yang menarik. Dalam bahasa Melayu kuno, kata ini digunakan untuk menggambarkan suara manusia yang sedang berteriak atau berdesis, tetapi tidak ada orang yang menyimak. Bahkan, kata "kedau" juga digunakan dalam konteks budaya untuk menggambarkan suara-suara dalam alam yang tidak terdengar oleh manusia. Misalnya, suara lelucon seekor monyet di hutan yang tidak terdengar oleh manusia. Contoh penggunaan kata "kedau" dalam kalimat alami adalah sebagai berikut: "Ia berteriak sekuat-kuatnya, tetapi tidak seorang pun yang mendengarnya." Atau, "Dia berdesis keras-keras, tetapi tidak ada yang mendengarnya." Dengan kata lain, kata "kedau" sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang sedang berusaha keras untuk mendapatkan perhatian, tetapi tidak ada orang yang melihat atau mendengar. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kedau" masih relevan dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, dalam situasi di mana kita sedang berusaha keras untuk menyelesaikan tugas, tetapi tidak ada yang melihat atau mendengar. Dalam budaya Indonesia modern, kata "kedau" juga digunakan dalam lirik-lirik lagu dan dalam konteks budaya untuk menggambarkan suara-suara dalam alam yang tidak terdengar oleh manusia. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "kedau" memiliki makna yang unik dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata yang Mirip

kedaung