Arti Kata "kerang-keroh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kerang-keroh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kerang-keroh

ke·rang-ke·roh /kérang-kéroh/ a 1 menyerong-nyerong; erang-erot; kepang-kepot; 2 ki sangat curang (suka menipu)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kerang-keroh"

📝 Contoh Penggunaan kata "kerang-keroh" dalam Kalimat

1.Dia dikenal sebagai seorang penipu yang kerang-keroh dalam bisnisnya.
2.Ia selalu menyerong-nyerong dalam permainan kartu, sehingga tidak pernah kehabisan uang.
3.Dalam novel itu, tokoh utama dipengaruhi oleh sifat kerang-keroh temannya yang suka menipu.
4.Di sekolah, guru memberikan contoh sifat kerang-keroh yang harus dihindari oleh siswa.
5.Dia terkenal sebagai seorang penjudi kerang-keroh yang selalu bermain dengan uang palsu.

📚 Artikel terkait kata "kerang-keroh"

Mengenal Kata 'kerang-keroh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kerang-keroh" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Sejarah

Kata "kerang-keroh" memiliki makna yang unik dan kaya dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti "menyerong-nyerong; erang-erot; kepang-kepot" dan juga "sangat curang (suka menipu)". Makna ini menunjukkan bahwa kata "kerang-keroh" memiliki konotasi negatif yang kuat. Pada masa lalu, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka berbohong atau menipu orang lain. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk mengkritik seseorang yang tidak jujur atau tidak adil.

Penggunaan Kata dalam Kalimat

Kata "kerang-keroh" sering digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan seseorang yang tidak jujur. Contoh penggunaan kata ini adalah: - "Dia adalah orang yang paling kerang-keroh di kantor, tidak pernah jujur dalam laporan keuangan." - "Dia suka berbohong dan mengatakan bahwa dia tidak melakukan itu, tapi aku tahu dia adalah kerang-keroh." - "Dia tidak pernah jujur tentang apa yang dia lakukan, dia adalah kerang-keroh yang sebenarnya."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kerang-keroh" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan profesional. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi orang-orang yang suka berbohong atau menipu. Oleh karena itu, kata "kerang-keroh" masih digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak jujur atau tidak adil. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini masih digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bahasa sehari-hari dan dalam bahasa formal. Dengan demikian, kata "kerang-keroh" tetap menjadi kata yang penting dalam bahasa Indonesia.