Arti Kata "kerdil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kerdil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kerdil

ker·dil a 1 selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tt orang, binatang, tumbuhan, dsb) krn kekurangan gizi atau krn keturunan: orang -- tak perlu rendah diri; 2 ki tidak berkembang, tidak maju; picik (tt pikiran, pandangan, dsb);
ke·ker·dil·an n sifat (keadaan) kerdil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kerdil"

📝 Contoh Penggunaan kata "kerdil" dalam Kalimat

1.Pada zaman dahulu, masyarakat menganggap seseorang kerdil sebagai keberuntungan.
2.Anak itu tumbuh menjadi kerdil karena kurangnya asupan gizi sejak kecil.
3.Dalam mitologi, dewa-dewa biasanya berwujud raksasa dibandingkan dengan manusia biasa yang kerdil.
4.Pendidikan adalah kunci untuk mengembangkan potensi dan tidak menjadi kerdil dalam berpikir.
5.Tidak perlu merasa kerdil jika kamu tidak memiliki harta, karena apa yang kamu miliki juga berharga.

📚 Artikel terkait kata "kerdil"

Mengenal Kata 'kerdil' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kerdil" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kerdil" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan individu atau makhluk yang tidak dapat tumbuh dengan normal karena berbagai faktor, seperti kekurangan gizi atau keturunan. Namun, dalam konteks sosial modern, kata "kerdil" lebih sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau pikiran yang tidak berkembang, tidak maju, atau picik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kerdil" sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak berani mengambil keputusan atau tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, "Dia sangat kerdil karena tidak berani menghadapi kesulitan." Atau, "Dia tidak bisa menjadi kerdil hanya karena kekurangan gizi saat masih kecil." Namun, kata "kerdil" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif. Misalnya, "Dia sangat kerdil dalam menghadapi tantangan, tapi dia berhasil menyelesaikannya dengan baik." Atau, "Dia tidak perlu kerdil diri, karena dia memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa." Dalam budaya Indonesia modern, kata "kerdil" sering digunakan dalam konteks motivasi dan inspirasi. Misalnya, "Jangan kerdil diri, karena kamu memiliki kemampuan untuk mencapai impianmu." Atau, "Jangan kerdil pikiranmu, karena kamu dapat mencapai apa saja yang kamu inginkan." Dalam kesimpulan, kata "kerdil" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan memahami makna dan penggunaan kata "kerdil", kita dapat memiliki inspirasi dan motivasi untuk menjadi lebih baik dan tidak kerdil dalam menghadapi tantangan.