Arti Kata "kerodong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kerodong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kerodong

ke·ro·dong ? kerudung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kerodong"

📝 Contoh Penggunaan kata "kerodong" dalam Kalimat

1.Ibu memakai kerudung untuk menutupi rambutnya saat beribadah di masjid.
2.Pada hari ulang tahunnya, putri ingin membeli kerudung warna favoritnya yang sedang tren.
3.Sebagai seorang wanita beragama Islam, Nia memakai kerudung untuk menunjukkan kesopanan.
4.Dalam kegiatan pendidikan, guru mengajarkan materi mengenai kerudung sebagai simbol identitas dan keagamaan.
5.Pada acara pernikahan, istri muda memakai kerudung untuk menunjukkan kehormatan dan kesopanan sebagai seorang wanita.

📚 Artikel terkait kata "kerodong"

Mengenal Kata 'kerodong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kerodong" - Fungsi dan Konteksnya

Kata "kerodong" seringkali digunakan dalam bahasa sehari-hari, tetapi apakah Anda tahu maknanya dan konteksnya? Dalam arti resmi, kata "kerodong" memiliki arti "ke·ro·dong, kerudung", yaitu sebuah tutup kepala yang umumnya digunakan oleh perempuan untuk menutup rambutnya. Berdasarkan konteks historis, kerodong telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia sejak zaman dahulu, digunakan oleh perempuan untuk menunjukkan status sosial dan kehormatan. Sejarahnya, kerodong dibuat dari bahan-bahan alami seperti kain, sutra, atau bahkan kulit. Kerodong digunakan sebagai simbol kehormatan dan status sosial perempuan, terutama pada masa lampau ketika perempuan dianggap sebagai anggota keluarga yang lebih rendah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kerodong" masih digunakan dalam berbagai konteks. Berikut beberapa contoh penggunaan kata kerodong dalam kalimat yang alami: - "Ibu saya selalu memakai kerodong saat pergi ke masjid." - "Saya ingin membeli kerodong kain untuk ibu saya." - "Kerodong yang saya beli itu sangat cantik, saya ingin memakainya saat pergi ke pesta." Ternyata, kata "kerodong" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak perempuan yang masih menggunakan kerodong sebagai bagian dari identitas mereka, terutama dalam acara-acara formal atau religi. Selain itu, kerodong juga menjadi simbol kebudayaan Indonesia yang unik dan khas.