Arti Kata "ketak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ketak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ketak

1ke·tak a bunyi "tak, tak" (bunyi ketukan pd papan);
ber·ke·tak-ke·tak v 1 berbunyi "ketak, ketak"; 2 berkotek-kotek (bunyi ayam);
ber·ke·tak-ke·tik v 1 berbunyi "ketak, ketik" (tt arloji dsb); 2 ki berdebar-debar hatinya;
ber·ke·tuk-ke·tak v berketak-ketak

2ke·tak n pelipatan (kerut) pd kulit leher dsb;
ber·ke·tak v 1 berlipat (pd kulit leher dsb): lehernya jenjang ~ tiga, tempat peluh bermain; 2 berombak-ombak (rambut): ia menyikat rambutnya yg ~ itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ketak"

📝 Contoh Penggunaan kata "ketak" dalam Kalimat

1.Saya mendengar suara ketak ketika saya mengetuk pintu tamu.
2.Pada akhir pekan, saya suka bermain sambil berketak-ketak di ruang bermain.
3.Gadis itu mulai berkepak-kepak dan berketak-ketak ketika dia melihat kuda yang lucu.
4.Saya harus berketak-ketak sebelum mengumumkan berita buruk kepada ayah saya.
5.Ketika saya mendengar kabar tentang kecelakaan, hati saya berketak-ketik.

📚 Artikel terkait kata "ketak"

Mengenal Kata 'ketak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ketak" - Bunyi yang Menjadi Simbol Kehidupan

Kata "ketak" seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, tapi apakah kita sudah pernah memikirkan arti sebenarnya dari bunyi tersebut? Dalam bahasa Indonesia, kata "ketak" memiliki beberapa makna, yaitu bunyi "tak, tak" yang muncul ketika menghantam suatu benda, berbunyi "ketak, ketak", dan bahkan berkotek-kotek seperti bunyi ayam. Sejarah kata "ketak" sendiri tidak dapat dipastikan, tapi kemungkinan besar bunyi ini sudah ada sejak zaman kuno. Dalam budaya tradisional, bunyi "ketak" seringkali digunakan sebagai simbol kegembiraan atau perayaan. Misalnya, ketika seseorang mendapatkan kabar baik, mereka mungkin akan berteriak "ketak, ketak" untuk mengekspresikan kegembiraan mereka. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "ketak" dalam kalimat yang alami: * "Saya mendengar bunyi ketak dari pintu yang terbuka." * "Ayam di pekarangan berkokok dengan suara ketak-ketak." * "Saya merasa berketak-ketak ketika menunggu hasil ujian." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ketak" memiliki relevansi yang penting. Misalnya, ketika kita mendengar bunyi "ketak" dari alarm, kita akan tahu bahwa waktu sudah tiba untuk bangun pagi. Atau, ketika kita mendengar suara "ketak-ketak" dari ayam, kita akan tahu bahwa sudah saatnya untuk makan pagi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "ketak" juga digunakan sebagai simbol kegembiraan atau perayaan. Misalnya, ketika seseorang mendapatkan hadiah, mereka mungkin akan berteriak "ketak, ketak" untuk mengekspresikan kegembiraan mereka. Dalam kesimpulan, kata "ketak" adalah bunyi yang menambah kegembiraan dan kehidupan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Kata yang Mirip

ketakar-keteker, ketakong