Arti Kata "khatulistiwa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "khatulistiwa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

khatulistiwa

kha·tu·lis·ti·wa n garis khayal keliling bumi, terletak melintang pd nol derajat (yg membagi bumi menjadi dua belahan yg sama, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan); garis lintang nol derajat; ekuator

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "khatulistiwa"

📝 Contoh Penggunaan kata "khatulistiwa" dalam Kalimat

1.Garis khatulistiwa membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
2.Pada tanggal 21 Juni, matahari tepat berada di garis khatulistiwa pada pukul 12 siang.
3.Rumah kami berada di dekat garis khatulistiwa, sehingga suhu udara di sana sangat panas.
4.Dalam ilmu astronomi, garis khatulistiwa merupakan garis khayal yang memisahkan dua belahan bumi.
5.Pada musim panas, banyak wisatawan yang datang ke daerah di sekitar garis khatulistiwa untuk menikmati keindahan alam.

📚 Artikel terkait kata "khatulistiwa"

Mengenal Kata 'khatulistiwa' - Inspirasi dan Motivasi

Garis Khatulistiwa: Pembeda Bumi Utara dan Selatan

Garis khatulistiwa adalah sebuah konsep yang sangat penting dalam geografi dan astronomi. Maknanya adalah sebuah garis khayal yang melintang di sekitar bumi, membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis ini terletak di nol derajat lintang, yang dikenal sebagai ekuator. Garis khatulistiwa memiliki sejarah panjang dan kompleks. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika orang-orang mencoba untuk memahami pola alam dan astronomi. Dalam beberapa budaya, garis khatulistiwa dianggap sebagai tempat pertemuan antara alam dan ruh atau jiwa. Dalam kebudayaan Barat, garis khatulistiwa dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kejayaan. Di dalam kalimat yang alami, kata khatulistiwa dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Pada hari itu, saya berjalan di sepanjang garis khatulistiwa dan merasakan udara yang panas dan lembap." Atau, "Negara kami terletak di sekitar garis khatulistiwa, sehingga iklimnya relatif stabil." Dalam kalimat lain, "Garis khatulistiwa membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan." Garis khatulistiwa memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak tempat wisata di Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa, seperti Bali dan Lombok. Di sini, wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan budaya lokal yang kaya dan beragam. Garis khatulistiwa juga memainkan peran penting dalam ekonomi dan politik Indonesia, karena banyak kota dan industri yang terletak di sekitar garis ini.