Arti Kata "kolektivisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kolektivisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kolektivisme

ko·lek·ti·vis·me /koléktivisme/ n Fil ajaran atau paham yg tidak menghendaki adanya hak milik perseorangan, baik atas modal, tanah, maupun alat produksi (semua harus dijadikan milik bersama, kecuali barang konsumsi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kolektivisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "kolektivisme" dalam Kalimat

1.Gerakan koperasi yang menganut kolektivisme telah berkembang di pedesaan.
2.Paham kolektivisme menekankan pentingnya kesamaan dalam pengelolaan sumber daya.
3.kolektivisme sering dianggap sebagai lawan dari kapitalisme individualis.
4.Dalam konteks peradaban, kolektivisme telah menjadi inspirasi bagi beberapa gerakan sosial.
5.Dalam teori ekonomi, kolektivisme merupakan salah satu alternatif sistem ekonomi.

📚 Artikel terkait kata "kolektivisme"

Mengenal Kata 'kolektivisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kolektivisme" - Inspirasi untuk Masyarakat

Kolektivisme adalah sebuah konsep yang telah ada sejak zaman kuno, tetapi masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks historis, kolektivisme muncul sebagai sebuah gerakan yang tidak menghendaki adanya hak milik perseorangan, baik atas modal, tanah, maupun alat produksi. Konsep ini berkembang sebagai alternatif dari kapitalisme dan individualisme, yang dianggap sebagai penyebab utama kesenjangan sosial dan ekonomi.

Definisi dan Contoh Kolektivisme

Dalam definisi resmi, kolektivisme adalah filosofi atau paham yang tidak menghendaki adanya hak milik perseorangan. Contoh-contoh kolektivisme dapat dilihat dalam berbagai bentuk, seperti: - "Masyarakat ini menerapkan kolektivisme dalam bidang ekonomi, dengan semua anggota masyarakat berkontribusi pada pengelolaan sumber daya bersama." - "Gerakan kolektivisme ini bertujuan untuk menghilangkan kesenjangan sosial dan ekonomi melalui distribusi sumber daya yang lebih merata." - "Dalam kolektivisme modern, individu diperlakukan sebagai bagian dari keseluruhan, bukan sebagai entitas tunggal yang berdiri sendiri."

Relevansi Kolektivisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kolektivisme masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam era digital, konsep kolektivisme dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti: - Masyarakat yang berbagi sumber daya dan informasi melalui platform online. - Komunitas yang bekerja sama dalam mengelola proyek-proyek sosial dan lingkungan. - Gerakan yang memperjuangkan hak-hak kolektif, seperti hak untuk akses terhadap fasilitas umum. Dalam kesimpulan, kolektivisme adalah sebuah konsep yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan prinsip kolektivisme, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, merata, dan harmonis.