Arti Kata "koloidal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "koloidal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

koloidal

ko·lo·i·dal a berkenaan dng koloid

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "koloidal"

📝 Contoh Penggunaan kata "koloidal" dalam Kalimat

1.Koloid ini terbentuk dari partikel-partikel yang berukuran sangat kecil.
2.Teknologi koloidal digunakan dalam produksi obat-obatan yang lebih efektif.
3.Dalam kimia, koloid dapat dibuat dengan cara mengaduk larutan dengan cepat.
4.Penggunaan koloidal dalam industri tekstil meningkatkan kualitas produk.
5.Penelitian tentang koloid dapat membantu mengembangkan bahan yang lebih kuat dan lebih ringan.

📚 Artikel terkait kata "koloidal"

Mengenal Kata 'koloidal' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Koloidal: Pengertian, Contoh, dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata koloidal berasal dari kata "koloid," yang pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Belanda Michael Faraday pada tahun 1857. Istilah ini awalnya digunakan untuk menggambarkan larutan yang memiliki sifat-sifat unik, yaitu memiliki ukuran partikel yang lebih kecil dari 1 mikrometer. Dalam konteks historis, kata koloidal berkaitan dengan bidang kimia dan fisika, yang mencakup studi tentang sifat-sifat partikel-partikel kecil. Dalam kehidupan sehari-hari, kata koloidal sering digunakan untuk menggambarkan larutan atau campuran yang memiliki sifat-sifat unik. Misalnya, koloidal digunakan untuk menggambarkan larutan yang memiliki partikel-partikel yang sangat kecil, seperti larutan susu atau larutan krim. Koloidal juga digunakan untuk menggambarkan campuran yang memiliki sifat-sifat unik, seperti campuran karet dan lemak. Contoh penggunaan kata koloidal dalam kalimat yang alami adalah: "Larutan susu ini memiliki sifat koloidal, sehingga dapat menyerap cahaya dan membuatnya terlihat transparan." Atau, "Campuran karet dan lemak ini memiliki sifat koloidal, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam produksi produk-produk yang memerlukan kelembaban." Dalam budaya Indonesia modern, kata koloidal memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam industri makanan, larutan susu koloidal digunakan sebagai bahan baku dalam produksi produk-produk susu yang memiliki sifat-sifat unik. Dalam industri kosmetik, campuran koloidal digunakan sebagai bahan baku dalam produksi produk-produk yang memerlukan kelembaban dan sifat-sifat unik lainnya.