Arti Kata "konsesif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "konsesif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

konsesif

kon·se·sif /konsésif/ a Ling (konjungsi atau klausa) yg menyatakan keadaan atau kondisi yg berlawanan dng sesuatu yg dinyatakan dl klausa utama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "konsesif"

📝 Contoh Penggunaan kata "konsesif" dalam Kalimat

1.Berdasarkan persyaratan yang diberikan, berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "konsesif":
2.Kalimat pertama: Dia mengatakan bahwa dia akan datang, tapi ternyata dia tidak datang, yang membuatku sangat kecewa.
3.Kalimat kedua: Jika kamu tidak membayar tagihanmu, maka kamu akan menerima hukuman dari pihak bank.
4.Kalimat ketiga: Saya tidak mengetahui apa yang akan terjadi jika saya tidak mengikuti saran dokter.
5.Kalimat keempat: Kalau kamu ingin menjadi pemimpin yang baik, maka kamu harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan anggota tim.

📚 Artikel terkait kata "konsesif"

Mengenal Kata 'konsesif' - Inspirasi dan Motivasi

Menyatakan Lawan: Makna dan Penggunaan Kata Konsesif

Kata **konsesif** memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks logika dan bahasa. Kata ini berasal dari kata Latin "consectivus", yang berarti "menyusul" atau "mengikuti". Dalam arti resmi, kata **konsesif** digunakan untuk menyatakan keadaan atau kondisi yang berlawanan dengan sesuatu yang dinyatakan dalam klausa utama. Dalam sejarah, kata **konsesif** telah digunakan dalam teks-teks kuno, seperti dalam karya-karya filsuf dan ilmuwan. Namun, dalam perkembangan bahasa Indonesia modern, kata ini lebih sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang alami dan tidak formal. Beberapa contoh penggunaan kata **konsesif** dalam kalimat yang alami adalah: - "Saya tidak bisa pergi ke mall jika tidak ada uang di dompet saya." (Dalam klausa utama, "Saya tidak bisa pergi ke mall" menyatakan keadaan yang tidak mungkin terjadi, sedangkan kata **konsesif** "jika tidak ada uang di dompet saya" menyatakan kondisi yang berlawanan.) - "Saya tidak bisa menyelesaikan tugas jika tidak ada waktu yang cukup." (Dalam klausa utama, "Saya tidak bisa menyelesaikan tugas" menyatakan keadaan yang tidak mungkin terjadi, sedangkan kata **konsesif** "jika tidak ada waktu yang cukup" menyatakan kondisi yang berlawanan.) - "Saya tidak bisa mengundang teman saya jika tidak ada ruang yang cukup di rumah saya." (Dalam klausa utama, "Saya tidak bisa mengundang teman saya" menyatakan keadaan yang tidak mungkin terjadi, sedangkan kata **konsesif** "jika tidak ada ruang yang cukup di rumah saya" menyatakan kondisi yang berlawanan.) Dalam kehidupan sehari-hari, kata **konsesif** memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam berkomunikasi, kita sering menggunakan kata ini untuk menyatakan keadaan atau kondisi yang berlawanan dengan sesuatu yang dinyatakan dalam klausa utama. Dengan demikian, kita dapat menyampaikan gagasan dan ide kita dengan lebih efektif dan efektif.