Arti Kata "kotiledon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kotiledon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kotiledon

ko·ti·le·don /kotilédon/ n keping biji yg strukturnya sangat sederhana jika dibandingkan dng daun yg terbentuk kemudian, biasanya kekurangan klorofil, memegang peranan penting dl perkembangan biji menjadi semai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kotiledon"

📝 Contoh Penggunaan kata "kotiledon" dalam Kalimat

1.Dalam proses fotosintesis, daun memiliki peran penting daripada kotiledon yang masih kurang klorofil.
2.kotiledon merupakan struktur dasar pada biji-bijian yang akan berkembang menjadi tanaman.
3.Pada tahap awal pertumbuhan, kotiledon seringkali kekurangan klorofil sehingga tidak bisa melakukan fotosintesis.
4.Tumbuhan yang masih dalam tahap biji memiliki struktur kotiledon yang sederhana dan tidak memiliki klorofil.
5.Dalam ilmu botani, kotiledon memainkan peran penting dalam proses perkembangan biji menjadi semai.

📚 Artikel terkait kata "kotiledon"

Mengenal Kata 'kotiledon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kotiledon" - Struktur Bijak di Dunia Tumbuhan

Kotiledon merupakan sebuah kata yang mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang, meskipun strukturnya sangat umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia botani, kotiledon diartikan sebagai keping biji yang memiliki struktur sangat sederhana jika dibandingkan dengan daun yang terbentuk kemudian. Pada perkembangannya, kotiledon memainkan peran penting dalam proses perkembangan biji menjadi semai. Namun, perlu diingat bahwa kotiledon biasanya kekurangan klorofil, sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis seperti daun yang telah berkembang. Meskipun demikian, kotiledon tetap memainkan peran yang sangat penting dalam siklus hidup tumbuhan. Contoh penggunaan kata kotiledon dapat dilihat dalam kalimat seperti: "Biji tanaman yang telah berkembang menjadi semai, memiliki kotiledon yang sudah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan." Atau, "Pada awalnya, kotiledon memang tidak memiliki klorofil, tetapi kemudian berkembang menjadi daun yang sehat." Dalam kehidupan sehari-hari, kotiledon dapat dilihat dalam proses penanaman biji. Biji yang ditanam akan berkembang menjadi semai, dan kotiledon akan menjadi bagian dari proses itu. Dengan demikian, kita dapat melihat kotiledon sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses perkembangan tumbuhan.