Arti Kata "kromatofor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kromatofor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kromatofor

kro·ma·to·for n Zool 1 sel pigmen yg mengandung penjuluran yg dapat membesar krn pengerutan serabut otot yg melekat pd membran sel; 2 badan yg mengandung klorofil pd protozoa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kromatofor"

📝 Contoh Penggunaan kata "kromatofor" dalam Kalimat

1.Dalam sel-sel penuh pigmen, kromatofor berfungsi sebagai tempat penyimpanan pigmen yang penting.
2.Pada protozoa, kromatofor adalah badan yang mengandung klorofil dan melibatkan proses fotosintesis.
3.Ilmuwan telah menemukan bahwa kromatofor pada hewan tertentu dapat berubah warna sesuai dengan suasana lingkungan.
4.Pengenalan struktur kromatofor pada sel-sel hewan memiliki manfaat besar dalam memahami biologi molekuler.
5.Dalam pengobatan tertentu, kromatofor digunakan sebagai sumber pigmentasi alami untuk mengobati kulit yang kusam.

📚 Artikel terkait kata "kromatofor"

Mengenal Kata 'kromatofor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kromatofor" dalam Biologi

Kata "kromatofor" mungkin tidak terdengar familiar bagi banyak orang, tetapi dalam bidang biologi, kata ini memiliki makna yang sangat penting. Sebagai kata yang berasal dari bahasa Yunani, "kromatofor" memiliki arti sel pigmen yang mengandung penjuluran yang dapat membesar karena pengerutan serabut otot yang melekat pada membran sel. Selain itu, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan badan yang mengandung klorofil pada protozoa. Penggunaan kata "kromatofor" dapat ditemukan dalam berbagai kalimat biologi. Misalnya, "Sel-sel pigmen pada tanaman memiliki kromatofor yang dapat membesar ketika tanaman mendapat cahaya matahari." Atau, "Pada protozoa, kromatofor berfungsi sebagai tempat penyerapan sinar UV." Contoh lainnya adalah, "Kromatofor pada sel-sel kulit manusia dapat membesar ketika terpapar sinar UV, sehingga menyebabkan kulit menjadi pucat." Kromatofor memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada industri tekstil, kromatofor digunakan untuk menghasilkan warna pada bahan baku. Pada industri kosmetik, kromatofor digunakan untuk menghasilkan produk perawatan kulit yang dapat melindungi kulit dari sinar UV. Dalam budaya Indonesia modern, kromatofor juga digunakan dalam berbagai bentuk seni, seperti lukisan dan patung. Dengan demikian, kata "kromatofor" tidak hanya memiliki makna yang penting dalam biologi, tetapi juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.