Arti Kata "kulup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kulup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kulup

ku·lup n 1 kelopak kulit yg menutupi ujung kemaluan laki-laki sebelum dikhitan; kulit khitan; 2 panggilan kpd anak laki-laki (terutama murid pertapaan);
ber·ku·lup v 1 mempunyai kulup; ada kulupnya; 2 belum (tidak) dikhitan: meskipun sudah besar, anak itu masih ~ krn belum dikhitan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kulup"

📝 Contoh Penggunaan kata "kulup" dalam Kalimat

1.Setelah dikhitan, anak itu tidak lagi memiliki kulup.
2.Pertapaan menganjurkan anak laki-laki untuk berkulup sebagai tanda kerendahan hati.
3.Dia masih berkulup dan belum dikhitan, meskipun sudah berusia 15 tahun.
4.Pada masa lalu, kulup sering digunakan sebagai simbol status sosial.
5.Pertapaan menggunakan panggilan "berkulup" untuk menunjukkan kasih sayang kepada anak laki-laki murid mereka.

📚 Artikel terkait kata "kulup"

Mengenal Kata 'kulup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kulup" - Makna dan Konteks

Kata "kulup" seringkali diasosiasikan dengan proses khitan, yaitu pengobatan tradisional untuk menghilangkan "sisa" kulit pada ujung kemaluan laki-laki. Namun, makna yang lebih dalam dari kata ini memiliki kaitan dengan konsep spiritual dan sosial dalam sejarah Indonesia. Dalam beberapa budaya, kulup digunakan sebagai istilah untuk menghormati anak laki-laki yang belum dikhitan, terutama pada masa kanak-kanak.

Contoh Penggunaan Kata "Kulup" dalam Kalimat

Penggunaan kata "kulup" dalam kalimat dapat beragam, tergantung konteksnya. Misalnya, jika kita ingin mengungkapkan bahwa seseorang belum dikhitan, kita dapat menggunakan kata "kulup" dalam kalimat berikut: "Meskipun sudah besar, anak itu masih kulup karena belum dikhitan." Selain itu, kata "kulup" juga dapat digunakan sebagai panggilan untuk menghormati anak laki-laki, seperti: "Anak itu masih berkulup karena belum waktunya dikhitan."

Relevansi Kata "Kulup" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kulup" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kebudayaan Indonesia. Meskipun proses khitan tidak lagi menjadi keharusan seperti dulu, penggunaan kata "kulup" tetap menjadi bagian dari bahasa sehari-hari. Dalam beberapa daerah, masih banyak orang yang menggunakan kata "kulup" sebagai istilah untuk menghormati anak laki-laki yang belum dikhitan. Selain itu, kata "kulup" juga dapat digunakan sebagai simbol kebudayaan dan tradisi Indonesia.