Arti Kata "kumbah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kumbah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kumbah

kum·bah Jw v, me·ngum·bah v mencuci (membasuh) dng air: ia ~ baju di pancuran dekat kaki bukit itu; dukun itu ~ keris setiap bulan Sura

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kumbah"

📝 Contoh Penggunaan kata "kumbah" dalam Kalimat

1.Ibu membiasakan anak-anak untuk membersihkan piring setelah makan di meja.
2.Dia harus mengganti sepatu kotornya dengan yang baru dan kemudian mengumpankannya ke tempat sampah.
3.Pada hari Jumat, dia mengumpankannya ke tempat pengolahan sampah di rumahnya.
4.Pernah suatu kali, seorang dukun mengumpankannya ke sungai untuk membersihkannya dari segala kutukan.
5.Sebelum tidur, dia harus mencuci pakaian dan menggantinya dengan yang bersih, lalu mengumpankannya ke tempat simpan.

📚 Artikel terkait kata "kumbah"

Mengenal Kata 'kumbah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kumbah" - Mencuci dengan Cara Tradisional

Kata "kumbah" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "kumbah" dapat diartikan sebagai mencuci atau membasmih dengan air. Kata ini memiliki konteks historis yang kaya, terutama dalam budaya Jawa, di mana "kumbah" sering digunakan untuk mencuci benda-benda yang dianggap suci, seperti keris. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kumbah" masih digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, seseorang dapat "kumbah" baju mereka di pancuran untuk membersihkannya dari kotoran. Atau, seseorang dapat "kumbah" keris mereka setiap bulan Sura' untuk membersihkannya dari debu dan kotoran. Dalam budaya Indonesia modern, kata "kumbah" masih memiliki relevansi. Banyak masyarakat yang masih menghargai tradisi mencuci dengan cara alami, seperti menggunakan air sungai atau pancuran untuk membersihkan benda-benda. Selain itu, kata "kumbah" juga memiliki makna spiritual, di mana proses mencuci dapat menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dan raga dari kotoran dan kejahatan. Dengan demikian, kata "kumbah" tidak hanya memiliki makna fisik, tetapi juga makna spiritual yang mendalam. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini dapat dijadikan inspirasi untuk membersihkan diri dari kotoran dan kejahatan, serta untuk menjaga kebersihan dan kehormatan diri.