Arti Kata "lalat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lalat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lalat

la·lat n serangga kecil berasal dr bernga, dapat terbang, berwarna hitam, suka hinggap pd barang yg busuk (bangkai, kotoran, dsb) dan dapat menyebarkan penyakit;
-- mencari puru, ki sangat rakus; serakah;
-- buah serangga yg bentuknya hampir sama dng lalat rumah, tetapi punggungnya berwarna cokelat kehitam-hitaman dng belang kuning di pundaknya, perutnya berwarna kuning, sayapnya transparan dan terdapat gambaran berwarna cokelat; -- hijau 1 lalat besar berwarna hijau; 2 ark ki muncikari; -- kerbau lalat yg suka hinggap pd kerbau (atau kuda); -- kuda lalat kerbau

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lalat"

📝 Contoh Penggunaan kata "lalat" dalam Kalimat

1.Berikut lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "lalat":
2.lalat suka berkeliaran di sekitar sampah dan dapat menyebarkan penyakit.
3.Kita harus menghilangkan lalat yang mengganggu di dalam ruangan ini.
4.lalat di hutan hujan menjadi sumber makanan bagi banyak hewan lainnya.
5.Kita harus memahami kebiasaan lalat untuk menghindari gangguan di rumah.

📚 Artikel terkait kata "lalat"

Mengenal Kata 'lalat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lalat" - Makna dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "lalat" seringkali membawa konotasi negatif, tetapi apakah kamu pernah berpikir tentang makna dan asal-usul kata ini? Lalat adalah serangga kecil yang berasal dari bernga, dapat terbang, dan suka hinggap pada barang yang busuk. Mereka seringkali dianggap sebagai pembawa penyakit, tetapi juga merupakan bagian dari ekosistem yang seimbang. Dalam kalimat, kata lalat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Lalat menghisap madu dari bunga yang indah." atau "Lalat rumah yang tidak mau diusir." Contoh lainnya adalah, "Lalat hijau yang besar dan berwarna menarik." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata lalat memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam kehidupan sehari-hari, kata lalat memiliki relevansi yang signifikan. Mereka seringkali dianggap sebagai hama, tetapi juga merupakan bagian dari ekosistem yang seimbang. Dalam budaya Indonesia, kata lalat juga memiliki makna yang simbolis. Misalnya, "Lalat yang tidak mau berpindah ke tempat lain." menunjukkan bahwa seseorang tidak mau meninggalkan hal yang sudah familiar. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata lalat memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks daripada sekadar sebagai serangga yang tidak ingin diusir.