Arti Kata "lantar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lantar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lantar

1lan·tar, me·lan·tar·kan v 1 menyebabkan (pertikaian, kerugian, dsb): perlu diselidiki hal yg ~ penderitaan rakyat; 2 menyampaikan (usul, permintaan, dsb): tugas kami hanya ~ usul Saudara;
lan·tar·an 1 n sesuatu (hal) yg menjadi sebab; gara-gara: yg menjadi ~ perkelahian itu hanya soal sepele; 2 p cak sebab; karena: ~ sakit, dia tidak datang;
pe·lan·tar n orang yg melantarkan (menyampaikan dsb); perantara;
pe·lan·tar·an n perantaraan

2lan·tar n, pe·lan·tar n 1 bangku atau balai-balai panjang tempat duduk-duduk dsb; 2 bagian rumah yg dibangun agak ketinggian dan tidak diberi beratap untuk tempat menjemur pakaian dsb; 3 tangga berpara-para untuk mengerjakan atau mengecat bangunan yg tinggi; aram-aram;
pe·lan·tar·an n perantaraan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lantar"

📝 Contoh Penggunaan kata "lantar" dalam Kalimat

1.Bupati menugaskan tim untuk menyelidiki latar belakang kerugian yang dialami oleh masyarakat setempat.
2.Pengadilan meminta keterangan dari saksi untuk mengetahui latar belakang peristiwa yang terjadi.
3.Pengusul mengemukakan usul perubahan aturan tersebut, karena kami melihat bahwa perubahan itu tidak akan menimbulkan latar belakang konflik yang besar.
4.Tugas kami hanya melantarkan usul Saudara, dan kami tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan.
5.Karena latar belakang keluarga yang tidak harmonis, dia tidak dapat datang ke acara pernikahan.

📚 Artikel terkait kata "lantar"

Mengenal Kata 'lantar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lantar" dalam Bahasa Indonesia

Kata "lantar" memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Secara umum, kata ini digunakan untuk menyebabkan atau menyampaikan sesuatu, seperti perluasan pertikaian atau kerugian. Dalam sejarah, kata ini juga digunakan sebagai istilah resmi dalam bahasa Indonesia, yang menunjukkan makna sebagai penyebab atau gara-gara. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lantar" sering digunakan dalam situasi yang kompleks. Misalnya, "Pemerintah harus memperhatikan hal yang lantar penderitaan rakyat" atau "Tugas kami hanya untuk melantarkan usul Saudara". Kata ini juga sering digunakan dalam kalimat yang menunjukkan penyebab atau gara-gara, seperti "Lantaran sakit, dia tidak datang". Kata "lantar" juga memiliki makna yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia. Misalnya, dalam konteks politik, kata ini digunakan untuk menyebabkan kerugian atau pertikaian. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menyampaikan usul atau permintaan. Dalam semua kasus, kata "lantar" menunjukkan makna sebagai penyebab atau gara-gara, yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata "lantar" juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks pendidikan, kata ini digunakan untuk menyebabkan kejadian yang kompleks atau kerugian. Dalam konteks ekonomi, kata ini digunakan untuk menyampaikan usul atau permintaan yang penting. Dalam semua kasus, kata "lantar" menunjukkan makna yang kompleks dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, kata "lantar" memiliki makna yang kompleks dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan penggunaan kata ini, kita dapat meningkatkan komunikasi dan memahami konteks yang lebih kompleks.