Arti Kata "leukoplakia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "leukoplakia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

leukoplakia

leu·ko·pla·kia n penebalan lapisan tanduk selaput lendir mulut, terdapat pd lidah atau pipi bagian dalam yg batasnya tidak teratur, berwarna abu-abu dan banyak dijumpai pd orang lanjut usia

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "leukoplakia"

📝 Contoh Penggunaan kata "leukoplakia" dalam Kalimat

1.Dokter menemukan penebalan selaput lendir mulut pasien yang mungkin disebabkan oleh leukoplakia.
2.Pengobatan leukoplakia pada mulut melibatkan penggunaan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.
3.Penderita leukoplakia harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan mulutnya.
4.Penyakit leukoplakia dapat menyebabkan perubahan warna pada selaput lendir mulut.
5.Pasien yang menderita leukoplakia harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

📚 Artikel terkait kata "leukoplakia"

Mengenal Kata 'leukoplakia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Leukoplakia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata leukoplakia mungkin tidak terdengar familiar bagi banyak orang, tetapi sebenarnya telah ada sejak lama dalam kehidupan manusia. Pada dasarnya, leukoplakia adalah istilah medis yang menggambarkan kondisi penebalan lapisan tanduk selaput lendir mulut, yang sering terjadi pada lidah atau pipi bagian dalam. Batas-batasnya tidak teratur, berwarna abu-abu, dan lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia. Leukoplakia seringkali dihubungkan dengan kebiasaan merokok, tetapi itu bukan satu-satunya penyebab. Penggunaan langganan obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu secara tidak tepat, dan beberapa faktor lingkungan lainnya juga dapat menyebabkan kondisi ini. Meskipun leukoplakia tidak selalu menimbulkan gejala, namun perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan medis secara teratur untuk mendeteksi kondisi ini. Leukoplakia dapat ditemukan dalam berbagai kalimat yang alami. Misalnya, dokter mungkin akan mengatakan bahwa pasien memiliki leukoplakia pada pipi bagian dalam, atau bahwa penderita leukoplakia perlu menghentikan kebiasaan merokok. Bahkan, leukoplakia juga dapat dihubungkan dengan gangguan pencernaan atau bahkan diabetes, karena keduanya dapat mempengaruhi kondisi selaput lendir. Dalam kehidupan sehari-hari, leukoplakia mungkin tidak terdengar penting, tetapi pada kenyataannya, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan kita secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu leukoplakia dan bagaimana mencegahnya, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan merokok atau menggunakan obat-obatan tertentu secara tidak tepat. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan kita dan menghindari kemungkinan kondisi lebih buruk.