Arti Kata "lewa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lewa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lewa

le·wa /léwa/, me·le·wa v mendua hati; ragu-ragu; bata-bata

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lewa"

📝 Contoh Penggunaan kata "lewa" dalam Kalimat

1.Saya merasa lewa setelah mendengar kabar buruk itu.
2.Siswa-siswa tersebut sering sekali terlihat lewa saat menghadapi ujian.
3.Dalam novel itu, tokoh utama memiliki kepribadian yang lewa dan introvert.
4.Orang tua harus bijak menghadapi perilaku lewa anak mereka yang sedang remaja.
5.Pada awalnya, saya merasa lewa untuk memutuskan pilihan karir saya, tetapi setelah berkonsultasi dengan teman, saya menjadi lebih yakin.

📚 Artikel terkait kata "lewa"

Mengenal Kata 'lewa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lewa" - Ragam Emosi yang Sering Kita Hadapi

Kata "lewa" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, "le·wa /léwa/, me·le·wa v" berarti mendua hati, ragu-ragu, atau bata-bata. Makna ini menunjukkan bahwa lewa merupakan emosi yang kompleks dan seringkali kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Lewa seringkali muncul dalam situasi-situasi di mana kita harus mengambil keputusan yang sulit. Kita mungkin merasa ragu-ragu antara pilihan yang satu dan lainnya, atau bahkan merasa tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan. Dalam konteks sejarah, lewa juga seringkali digunakan dalam konteks pernikahan, di mana pasangan yang hendak menikah harus menghadapi situasi yang penuh dengan emosi kompleks.

Lewa dalam konteks pernikahan seringkali berarti ragu-ragu dalam mengambil keputusan untuk menikah. Kita mungkin merasa tidak yakin tentang apakah pernikahan itu benar-benar apa yang kita inginkan, atau bahkan merasa tidak siap untuk menghadapi tanggung jawab yang besar sebagai pasangan suami-istri.

Dalam kehidupan sehari-hari, lewa masih merupakan emosi yang sangat umum. Kita mungkin merasa lewa dalam menghadapi keputusan besar, seperti memilih karier atau memutuskan untuk memiliki anak. Lewa juga dapat muncul dalam situasi-situasi yang lebih kecil, seperti memutuskan untuk makan apa atau melakukan apa yang harus dilakukan hari itu.

Namun, lewa tidak harus selalu menjadi hal yang negatif. Dalam banyak kasus, lewa dapat menjadi sinyal bahwa kita perlu lebih banyak waktu untuk memikirkan keputusan, atau bahkan bahwa kita perlu lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian, lewa dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan dan mencapai tujuan kita.

Relevansi Lewa dalam Kehidupan Sehari-Hari

Lewa masih merupakan emosi yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, lewa seringkali digunakan sebagai cara untuk menggambarkan emosi kompleks yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lewa dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita untuk lebih bijak dalam menghadapi keputusan dan mencapai tujuan kita.

Kata yang Mirip

lewah, lewar, lewat