Arti Kata "lidah kaku" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lidah kaku" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lidah kaku

sukar mengucapkan (melafalkan) kata-kata asing

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lidah kaku"

📝 Contoh Penggunaan kata "lidah kaku" dalam Kalimat

1.Saya sulit mengucapkan nama-nama tempat di luar negeri karena lidah kaku saya.
2.Dalam kuliah, dosen berusaha membantu mahasiswa untuk mengatasi lidah kaku mereka dalam berbicara bahasa Inggris.
3.Ibu yang ingin pergi ke Jepang mengeluh bahwa dia memiliki lidah kaku untuk mengucapkan bahasa Jepang.
4.Setelah belajar selama berhari-hari, anak itu berhasil mengatasi lidah kaku dan bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.
5.Seorang pelawak terkenal mengungkapkan bahwa dia memiliki lidah kaku yang membuatnya kesulitan mengucapkan kata-kata lucu dalam stand-up comedy-nya.

📚 Artikel terkait kata "lidah kaku"

Mengenal Kata 'lidah kaku' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lidah Kaku" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lidah kaku" memiliki makna yang menarik, yaitu "sukar mengucapkan (melafalkan) kata-kata asing". Konsep ini telah ada sejak lama, terutama dalam konteks pendidikan bahasa. Dalam zaman kolonial, banyak orang Indonesia yang harus berbicara dalam bahasa Belanda untuk berinteraksi dengan pemerintah kolonial. Hal ini menyebabkan banyak orang Indonesia mengalami "lidah kaku" ketika berbicara dalam bahasa asing. Lidah kaku bukan hanya merupakan masalah individual, tetapi juga merupakan refleksi dari kondisi sosial dan pendidikan. Banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dalam bahasa asing secara lancar, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mengucapkan bahasa tersebut. Namun, dengan perkembangan teknologi dan aksesibilitas informasi yang lebih luas, banyak orang Indonesia telah memiliki kesempatan untuk belajar dan berbicara dalam bahasa asing. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "lidah kaku" dalam kalimat yang alami: * "Saya memiliki lidah kaku ketika berbicara dalam bahasa Inggris, namun saya berusaha untuk belajar dan meningkatkan kemampuan saya." * "Ketika saya masih kecil, saya memiliki lidah kaku dalam berbicara dalam bahasa Belanda, tetapi sekarang saya sudah bisa berbicara dengan lancar." * "Saya tidak ingin memiliki lidah kaku dalam berbicara dalam bahasa asing, jadi saya berusaha untuk belajar dan berlatih setiap hari." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lidah kaku" memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam konteks pendidikan dan komunikasi. Dengan kemampuan berbicara dalam bahasa asing yang baik, kita dapat meningkatkan kesempatan kerja dan aksesibilitas informasi. Selain itu, kita juga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya.