Arti Kata "lungun" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lungun" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lungun

lu·ngun n peti mati pd suku Dayak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lungun"

📝 Contoh Penggunaan kata "lungun" dalam Kalimat

1.Di kalangan suku Dayak, peti mati yang digunakan adalah lungun yang terbuat dari kayu.
2.Dalam tradisi suku Dayak, lungun dibuat dengan cara yang sangat ritualis dan penuh makna.
3.Saya pernah melihat lungun yang dipajang di museum etnografi, di mana tertera makna budayanya yang kaya.
4.Penggunaan lungun sebagai peti mati dianggap sangat penting dalam kehidupan suku Dayak, karena mengandung makna spiritual.
5.Banyak ilmuwan yang meneliti asal-usul lungun dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebudayaan suku Dayak.

📚 Artikel terkait kata "lungun"

Mengenal Kata 'lungun' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lungun" - Peti Mati Suku Dayak yang Mengisyaratkan Perubahan

Kata "lungun" seringkali tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, terutama di kalangan generasi muda. Namun, bagi suku Dayak, lungun memiliki makna yang sangat penting dalam tradisi dan adat istiadat mereka. Secara umum, lungun merujuk pada peti mati yang digunakan oleh suku Dayak untuk menyimpan jenazah anggota keluarga mereka. Peti mati ini biasanya dibuat dari kayu dan memiliki desain yang unik, menggambarkan kebudayaan dan tradisi suku Dayak. Lungun tidak hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan jenazah, tetapi juga memiliki fungsi spiritual yang signifikan. Pada saat kematian anggota keluarga, keluarga yang masih hidup akan melakukan ritual untuk mempersiapkan jenazah dan membawa mereka ke lingkungan alam. Dalam proses ini, lungun menjadi tempat yang penting, karena di dalamnya menyimpan ruh yang masih ada dan membutuhkan perawatan. Dengan demikian, lungun tidak hanya sebagai peti mati, tetapi juga sebagai simbol perpisahan yang menyayangkan kepergian anggota keluarga. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "lungun" dalam kalimat yang alami: - "Kami akan membawa jenazah ayah saya ke rumah untuk melihat-lihat lungun yang telah dibuat oleh nenek saya." - "Lungun itu sangat indah, dengan hiasan yang unik dan menunjukkan kebudayaan suku Dayak." - "Kami tidak pernah melihat lungun yang seperti ini sebelumnya, dan itu membuat kami penasaran akan tradisi suku Dayak." Dalam kehidupan sehari-hari, lungun tidak hanya memiliki makna sebagai peti mati, tetapi juga sebagai simbol perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Dengan semakin banyaknya pengaruh modernisasi, tradisi dan adat istiadat suku Dayak mulai terancam. Namun, lungun tetap menjadi simbol kebudayaan yang masih ada dan perlu dilestarikan.