Arti Kata "madik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "madik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

madik

ma·dik n Huk utusan pihak laki-laki untuk melamar gadis (dl adat Palembang)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "madik"

📝 Contoh Penggunaan kata "madik" dalam Kalimat

1.Dalam agama Islam, seorang madik haruslah seorang yang memiliki integritas tinggi.
2.Pada masa lalu, seorang madik biasanya dipilih dari kalangan keluarga yang berpengaruh.
3.Dalam konteks adat Palembang, seorang madik berperan penting dalam menjalin hubungan keluarga.
4.Pada zaman dahulu, seorang madik haruslah memiliki kemampuan berbicara yang fasih dan sopan.
5.Dalam cerita rakyat, seorang madik seringkali digambarkan sebagai seorang yang tampan dan berwajah manis.

📚 Artikel terkait kata "madik"

Mengenal Kata 'madik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Madik" - Inspirasi dari Tradisi Palembang

Pada masa lalu, di Provinsi Sumatera Selatan, terutama di Palembang, terdapat tradisi yang unik dan menarik, yaitu madik. Dalam arti resmi, madik adalah utusan pihak laki-laki yang bertugas untuk melamar gadis (dalam adat Palembang). Tradisi ini membawa pengertian tentang kesantunan dan kesopanan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Dalam kalimat alami, madik dapat digunakan seperti ini: "Pada saat itu, madik tiba di rumah gadis untuk melamarnya." Atau, "Setelah menunggu beberapa lama, madik akhirnya berhasil mendapatkan persetujuan dari keluarga gadis." Dalam beberapa kasus, madik juga dapat digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan proses melamar secara umum, seperti "Melamar seorang gadis tidaklah gampang, terutama jika harus melalui proses madik yang panjang." Budaya Indonesia modern telah berkembang pesat, namun tradisi madik masih memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa komunitas, terutama yang berlatar adat, madik masih digunakan sebagai simbol kesantunan dan kesopanan. Selain itu, konsep madik juga dapat diterapkan dalam konteks modern sebagai cara untuk menghargai pasangan dan memperkuat ikatan asmara. Dengan demikian, madik tidak hanya sebagai istilah lama, tetapi juga sebagai inspirasi untuk mengembangkan hubungan yang lebih harmonis dan berkesan dalam kehidupan sehari-hari.