Arti Kata "manjakani" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "manjakani" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

manjakani

man·ja·ka·ni ? majakane

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "manjakani"

📝 Contoh Penggunaan kata "manjakani" dalam Kalimat

1.Dalam konteks formal, manjakani digunakan sebagai nama tanaman obat yang memiliki manfaat untuk kesehatan.
2.Pada hari itu, ibu membeli manjakani di pasar tradisional untuk membuat ramuan tradisional.
3.Dalam cerita rakyat Jawa, manjakani digunakan sebagai simbol kekuatan dan keberanian.
4.Siswa di sekolah mempelajari tentang manjakani sebagai contoh tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
5.Dalam masyarakat adat, manjakani dianggap sebagai tanaman yang sakral dan hanya dapat ditanam di tempat yang suci.

📚 Artikel terkait kata "manjakani"

Mengenal Kata 'manjakani' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "manjakani" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "manjakani" merupakan kata yang memiliki makna yang unik dan memiliki konteks historis yang menarik. Dalam bahasa Indonesia, kata "manjakani" memiliki arti "man·ja·ka·ni ? majakane" yang menunjukkan sifat atau perbuatan yang sangat baik dan bermanfaat. Kata ini juga memiliki hubungan dengan istilah-istilah seperti "manusia yang baik" atau "sifat yang mulia". Dalam konteks sejarah, kata "manjakani" digunakan untuk menggambarkan sifat orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman atau hutan di Indonesia. Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang hidup sederhana, tetapi memiliki sifat yang sangat baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Penggunaan kata "manjakani" dalam konteks ini menunjukkan bahwa sifat yang baik dan bermanfaat bukanlah hanya milik orang-orang kaya atau berpendidikan, tetapi juga dapat dimiliki oleh siapa saja. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "manjakani" dalam kalimat yang alami: * "Ia adalah contoh orang yang memiliki sifat manjakani, karena selalu membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan." * "Masyarakat di desa itu sangat manjakani, karena selalu peduli dengan kebutuhan masyarakat lainnya." * "Dia adalah seorang manjakani, karena selalu berbagi pengetahuan dan ilmunya dengan orang lain." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "manjakani" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, sifat yang baik dan bermanfaat masih sangat dihargai dan diharapkan. Oleh karena itu, kita dapat belajar dari sifat manjakani untuk menjadi orang-orang yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.