Arti Kata "marginalisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "marginalisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

marginalisasi

mar·gi·na·li·sa·si n usaha membatasi; pembatasan: agaknya telah terjadi -- peran thd kelompok tertentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "marginalisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "marginalisasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah telah melaksanakan marginalisasi kelompok minoritas dengan cara mengalokasikan sumber daya yang tidak adil.
2.Kota metropolitan terus mengalami marginalisasi penduduk miskin dengan membuka proyek perumahan mewah.
3.Sosialisasi akan membantu mengatasi marginalisasi pada kalangan masyarakat kurang beruntung.
4.Pembatasan akses internet pada wilayah terpencil merupakan contoh marginalisasi teknologi informasi.
5.Kritik sosial terhadap marginalisasi kelompok perempuan dalam konteks kekerasan domestik perlu dilakukan.

📚 Artikel terkait kata "marginalisasi"

Mengenal Kata 'marginalisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Marginalisasi" - Pemisahan dan Pembatasan

Marginalisasi adalah fenomena yang menarik untuk dipelajari, terutama dalam konteks sosial dan historis. Kata ini memiliki makna umum sebagai usaha membatasi atau pembatasan, yang kemudian berkembang menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan peran terhadap kelompok tertentu. Sejarah marginalisasi dapat dilacak kembali ke abad ke-19, ketika istilah ini pertama kali digunakan untuk menggambarkan proses pembatasan hak-hak minoritas.

Contoh Penggunaan Kata Marginalisasi

Marginalisasi sering digunakan dalam konteks sosial dan politik. Sebagai contoh, "Pemerintah menerapkan kebijakan yang mengarah pada marginalisasi kelompok minoritas, sehingga mereka merasa tidak terwakili dalam proses keputusan." Atau, "Marginalisasi ekonomi yang dialami oleh komunitas tertentu membuat mereka sulit untuk meningkatkan kualitas hidup." Dalam konteks budaya, marginalisasi juga dapat dilihat dalam fenomena seperti stereotip dan diskriminasi, yang dapat membatasi akses seseorang dalam mengeksplorasi potensi mereka.

Relevansi Marginalisasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Marginalisasi memiliki implikasi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, marginalisasi telah menjadi fenomena yang semakin umum, terutama dalam konteks digital. Seringkali, seseorang dapat merasakan marginalisasi dalam bentuk penggunaan media sosial, di mana mereka merasa terasing dari akses informasi yang relevan atau tidak terwakili dalam diskusi publik. Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep marginalisasi dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.