Arti Kata "marjinalisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "marjinalisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

marjinalisasi

mar·ji·na·li·sa·si ? marginalisasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "marjinalisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "marjinalisasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah melalui kebijakan fiskal telah mencoba melakukan marginalisasi pada sektor industri nasional.
2.Ekonomi global telah mengalami marginalisasi kekuasaan ekonomi oleh Amerika Serikat.
3.Di dalam novelnya, penulis menggambarkan marginalisasi masyarakat lemah oleh kapitalisme yang berkuasa.
4.Mereka berusaha menghindari marginalisasi diri sendiri dengan memilih pekerjaan yang lebih stabil.
5.Dalam teori sosiologi, marginalisasi adalah proses penghilangan kelompok minoritas dari masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "marjinalisasi"

Mengenal Kata 'marjinalisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Marjinalisasi": Pengertian dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

Pengertian marjinalisasi dalam bahasa Indonesia adalah proses pemisahan atau pengasingan individu atau kelompok dari masyarakat utama. Istilah ini berasal dari kata "marginal," yang awalnya digunakan dalam konteks matematika untuk menggambarkan nilai yang berada di tepi atau di luar batas. Namun, dalam konteks sosial, marjinalisasi memiliki makna yang lebih dalam, menggambarkan situasi di mana individu atau kelompok tersebut tidak lagi memiliki akses atau identitas dalam masyarakat. Marjinalisasi seringkali terjadi dalam berbagai konteks, seperti dalam ekonomi, politik, atau sosial. Contoh penggunaan kata marjinalisasi dalam kalimat yang alami adalah: "Ketidakstabilan ekonomi dapat menyebabkan marjinalisasi masyarakat kecil yang bergantung pada nelayan." Atau, "Pemilu yang tidak adil dapat menyebabkan marjinalisasi kelompok minoritas." Dalam kedua contoh tersebut, marjinalisasi digunakan untuk menggambarkan peristiwa di mana individu atau kelompok tersebut dipisahkan dari masyarakat utama. Marjinalisasi memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks sosial, marjinalisasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti ketidakadilan ekonomi, diskriminasi terhadap kelompok minoritas, atau perubahan sosial yang cepat. Contohnya, perubahan dalam struktur masyarakat dapat menyebabkan marjinalisasi kelompok lansia yang tidak lagi memiliki akses ke sumber daya dan layanan. Atau, perubahan dalam teknologi dapat menyebabkan marjinalisasi kelompok yang tidak memiliki kemampuan untuk menggunakannya. Marjinalisasi dapat memiliki dampak yang signifikan pada individu dan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep ini dan cara-cara untuk menghindarinya atau mengatasi dampaknya. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif untuk semua individu.