Arti Kata "mencari pasal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mencari pasal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mencari pasal

men.ca.ri pasal berbuat sesuatu untuk menimbulkan kehebohan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mencari pasal"

📝 Contoh Penggunaan kata "mencari pasal" dalam Kalimat

1.Pengacara mencari pasal yang tepat untuk menangkapi kesalahan kliennya.
2.Dalam percakapan sehari-hari, beberapa orang sedang mencari pasal untuk menggugat tetangga mereka atas kesalahan parkir.
3.Penulis novel mencari pasal yang menarik untuk menjelaskan konflik utama dalam ceritanya.
4.Dalam buku pelajaran, guru memberikan contoh-contoh cara mencari pasal dalam Undang-Undang Negara.
5.Pemuda mencari pasal untuk menangkapi tindakan penjahat yang merusak properti komunitasnya.

📚 Artikel terkait kata "mencari pasal"

Mengenal Kata 'mencari pasal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mencari Pasal" - Inspirasi dan Motivasi

Pernahkah Anda mendengar frasa "mencari pasal" dalam konteks yang tidak biasa? Kata ini memang memiliki beberapa makna, terutama dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, **mencari pasal** berarti membuat atau melakukan sesuatu untuk menimbulkan kehebohan. Namun, sejarah kata ini juga menunjukkan bahwa istilah ini sering digunakan dalam konteks hukum, seperti mencari pasal di dalam KUHPerdata atau KUHP. Dalam konteks ini, **mencari pasal** dapat diartikan sebagai mencari pasal atau batang tubuh yang tepat untuk mengatasi suatu masalah. Namun, dalam beberapa kasus, kata ini digunakan dalam makna yang lebih negatif, seperti membuat kehebohan atau membangkitkan kemarahan orang lain. Dalam budaya Indonesia, kata ini sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti mencari pasal kepada orang tua karena melakukan kesalahan. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata **mencari pasal** dalam konteks yang berbeda: - "Dia mencari pasal kepada ayahnya karena tidak menyelesaikan tugasnya." - "Pengacara mencari pasal di dalam KUHPerdata untuk mengatasi masalah hukum." - "Dia mencari pasal kepada temannya untuk memperkenalkan dirinya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata **mencari pasal** sering digunakan dalam konteks yang tidak biasa, seperti mencari pasal kepada orang lain untuk memperkenalkan diri atau mencari pasal di dalam media sosial untuk membangkitkan perhatian orang lain. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih negatif, seperti membuat kehebohan atau membangkitkan kemarahan orang lain.