Arti Kata "mendewa-dewakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mendewa-dewakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mendewa-dewakan

men.de.wa-de.wa.kan Verba (kata kerja) mendewakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mendewa-dewakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "mendewa-dewakan" dalam Kalimat

1.Pemerintah mendewakan hari kemerdekaan sebagai hari libur nasional.
2.Dia mendewakan ibunya sebagai orang yang selalu mendukungnya dalam setiap langkahnya.
3.Dalam agama Buddha, dewa-dewa mendewakan kebajikan sebagai sumber kebahagiaan.
4.Pendidikan menekankan pentingnya mendewakan ilmu pengetahuan sebagai sumber pengetahuan dan kemajuan.
5.Dalam masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat mendewakan keadilan sebagai nilai utama dalam kehidupan bersama.

📚 Artikel terkait kata "mendewa-dewakan"

Mengenal Kata 'mendewa-dewakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mendewa-dewakan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mendewa-dewakan" memiliki makna yang sangat kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Kata ini memiliki konotasi yang sangat positif, yaitu memberikan penghargaan dan pujian kepada sesuatu atau seseorang. Dalam konteks sejarah, kata ini sering digunakan untuk menghormati dan menghargai leluhur atau dewa-dewi yang dipuja oleh masyarakat. Dalam masyarakat modern, kata ini digunakan untuk menghargai dan mengapresiasi prestasi atau kontribusi seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mendewa-dewakan" sering digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, kita dapat mendewakan seorang pekerja keras yang telah mencapai prestasi yang luar biasa, atau mendewakan seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dalam kalimat, kata ini dapat digunakan seperti ini: "Ibu mendewakan anaknya yang telah lulus masuk ke universitas." Atau, "Kami mendewakan pekerjaan yang telah dilakukan oleh tim kami untuk memenangkan kompetisi." Dalam budaya Indonesia modern, kata "mendewa-dewakan" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam masyarakat yang semakin kompetitif dan individualis, kata ini dapat digunakan untuk menghargai dan mengapresiasi prestasi atau kontribusi seseorang. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan untuk menghormati dan menghargai tradisi dan adat istiadat yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Dengan demikian, kata "mendewa-dewakan" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk selalu berusaha dan berprestasi.