Arti Kata "mengambil kota" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mengambil kota" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mengambil kota

meng.am.bil kota mengambil tanah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mengambil kota"

📝 Contoh Penggunaan kata "mengambil kota" dalam Kalimat

1.Pemerintah daerah berhasil mengambil kota dengan menggalang dukungan dari masyarakat.
2.Komandan pasukan memerintahkan pasukan untuk mengambil kota dari tangan musuh.
3.Prosesnya memakan waktu lama, tetapi akhirnya kita berhasil mengambil kota dan memenangkan perang.
4.Dalam buku sejarah, kita dapat membaca tentang kejadian yang mana pasukan Romawi berhasil mengambil kota dari bangsa lain.
5.Pada hari itu, pemerintah daerah mengambil kota dengan cara yang damai dan tanpa ada korban jiwa.

📚 Artikel terkait kata "mengambil kota"

Mengenal Kata 'mengambil kota' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mengambil kota" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Historis

Kata "mengambil kota" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat spesifik dan kompleks. Secara harfiah, kata ini berarti merebut atau menduduki kota, biasanya dalam konteks perang atau konflik militer. Namun, dalam konteks sejarah dan sosial, kata ini juga dapat berarti merebut atau menguasai kota secara politik atau sosial. Misalnya, pada masa kolonial Belanda di Indonesia, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses penjajahan dan pengambilan kekuasaan atas kota-kota penting oleh bangsa Belanda.

Contoh Penggunaan

Kata "mengambil kota" dapat digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan berbagai situasi. Contohnya, "Pada tahun 1945, pasukan Indonesia berhasil mengambil kota Yogyakarta dari tangan Jepang." Atau, "Pemerintah melalui kebijakan baru berencana untuk mengambil kota-kota strategis untuk meningkatkan infrastruktur." Dalam kalimat lain, "Kota-kota besar di Indonesia menjadi sasaran utama untuk mengambil kota dan menguasai kekuasaan."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mengambil kota" memiliki relevansi yang masih signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam konteks politik, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses perubahan kekuasaan atau pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses perubahan nilai-nilai atau pengambilan kekuasaan oleh kelompok sosial tertentu. Oleh karena itu, kata "mengambil kota" masih sangat relevan dalam konteks modern dan dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan berbagai situasi.