Arti Kata "metatesis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "metatesis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

metatesis

me·ta·te·sis /métatésis/ n Ling pergantian tempat bunyi (huruf) dl sebuah kata, msl berantas jadi banteras; copot menjadi pocot

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "metatesis"

📝 Contoh Penggunaan kata "metatesis" dalam Kalimat

1.Penggantiannya dari kata "kegagalan" menjadi "kegagalan" adalah contoh metatesis dalam bahasa Indonesia.
2.Dalam puisi, metatesis digunakan untuk menciptakan alunan kata yang unik dan menarik.
3.metatesis dapat memperkuat makna kata, seperti dalam kata "menakutkan" yang berasal dari "kutakemena".
4.Dalam analisis bahasa, metatesis merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian linguistik.
5.Penggunaan metatesis dapat membuat kata lebih mudah diingat dan lebih efektif dalam komunikasi.

📚 Artikel terkait kata "metatesis"

Mengenal Kata 'metatesis' - Inspirasi dan Motivasi

Metatesis: Penggantian Tempat Bunyi dalam Bahasa Indonesia

Metatesis adalah fenomena bahasa yang melibatkan pergantian tempat bunyi (huruf) dalam sebuah kata, seperti perubahan bunyi "r" menjadi "l" atau "t" menjadi "d". Fenomena ini telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia dan dapat ditemukan dalam berbagai kata-kata dalam bahasa daerah. Penggunaan metatesis dalam bahasa Indonesia sebenarnya memiliki latar belakang historis. Bahasa Indonesia sendiri merupakan hasil perpaduan bahasa Melayu, bahasa Sanskerta, dan bahasa lainnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kita menemukan perbedaan bunyi (huruf) dalam kata-kata dalam bahasa Indonesia. Misalnya, kata "berantas" dapat berubah menjadi "banteras" atau "copot" menjadi "pocot" melalui proses metatesis. Dalam kalimat sehari-hari, kita dapat menemukan contoh metatesis yang menarik. Contohnya, "saya berantas gagasan itu" dapat berubah menjadi "saya banteras gagasan itu" atau "copot gigi saya" menjadi "pocot gigi saya". Fenomena ini tidak hanya terjadi dalam kata-kata biasa, tetapi juga dalam kata-kata yang memiliki makna yang khusus. Dalam kehidupan sehari-hari, metatesis memiliki relevansi yang signifikan. Dalam bahasa daerah, metatesis sering digunakan untuk mengubah makna kata-kata, sehingga dapat membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Misalnya, dalam bahasa Jawa, "tani" dapat berarti "tanah" atau "tanaman", tergantung pada konteksnya. Oleh karena itu, pemahaman tentang metatesis sangat penting dalam mengkomunikasikan gagasan atau ide dengan efektif.