Arti Kata "migrasi bermusim" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "migrasi bermusim" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

migrasi bermusim

perpindahan penduduk yang terjadi dalam musim tertentu ke tempat tertentu dan kembali ke tempat asal dalam musim yang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "migrasi bermusim"

📝 Contoh Penggunaan kata "migrasi bermusim" dalam Kalimat

1.Penduduk desa di pedalaman Indonesia melakukan migrasi bermusim setiap tahunnya untuk bertani.
2.Perusahaan tempat saya bekerja harus memahami strategi migrasi bermusim untuk memenuhi kebutuhan pekerja.
3.Setiap tahunnya, banyak burung migrasi bermusim ke negara kita untuk menghindari cuaca buruk.
4.migrasi bermusim ke daerah pantai meningkatkan pendapatan warga lokal melalui wisata.
5.Kebijakan pemerintah tentang migrasi bermusim harus dipastikan tidak mencemari lingkungan alam.

📚 Artikel terkait kata "migrasi bermusim"

Mengenal Kata 'migrasi bermusim' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Migrasi Bermusim" - Inspirasi dan Motivasi

Migrasi bermusim adalah fenomena sosial yang paling umum terjadi di beberapa negara dengan musim yang berbeda-beda. Konsep ini tidak hanya terjadi di negara tropis seperti Indonesia, tetapi juga di negara-negara berkembang lainnya. Dalam konteks historis, migrasi bermusim telah terjadi sejak zaman kuno, ketika masyarakat berpindah ke daerah yang lebih cocok untuk bertani atau mencari sumber daya lainnya. Migrasi Bermusim: Fenomena yang Terus Berkembang Migrasi bermusim adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam musim tertentu ke tempat tertentu dan kembali ke tempat asal dalam musim yang lain. Fenomena ini seringkali dipicu oleh perubahan cuaca, seperti musim hujan, musim kemarau, atau musim dingin. Contohnya, di Indonesia, banyak warga yang melakukan migrasi bermusim ke daerah pantai untuk menjual ikan atau produk laut lainnya selama musim hujan. Ketika musim kemarau tiba, mereka kembali ke daerah asal untuk bertani atau mencari sumber daya lainnya. Relevansi Migrasi Bermusim dalam Kehidupan Sehari-Hari Migrasi bermusim memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dengan adanya musim yang berbeda-beda, migrasi bermusim dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, migrasi bermusim juga dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru. Dalam beberapa kasus, migrasi bermusim juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.