Arti Kata "muhtasyam" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "muhtasyam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

muhtasyam

muh·ta·syam Ar a malu; sopan; yg punya rasa malu: ia akan menemui pendeta yg -- itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "muhtasyam"

📝 Contoh Penggunaan kata "muhtasyam" dalam Kalimat

1.Ia adalah seorang pelajar yang muhtasyam dalam memilih mata pelajaran.
2.Dalam budaya Arab, muhtasyam dianggap sebagai sifat yang positif dalam pergaulan masyarakat.
3.Dia merasa muhtasyam untuk memberikan kritik kepada rekan kerjanya.
4.Karena itu, seorang muhtasyam tidak akan pernah melibatkan diri dalam percakapan yang kasar.
5.Ia menuntut dirinya untuk tetap muhtasyam dan tidak melakukan tindakan yang tidak pantas.

📚 Artikel terkait kata "muhtasyam"

Mengenal Kata 'muhtasyam' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "muhtasyam" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "muhtasyam" memiliki makna yang sangat beragam dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti sebagai "muh-ta-syam" yang berarti sopan, malu, atau memiliki rasa malu. Konsep ini sangat kental dalam budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks agama dan adat istiadat. Dalam sejarahnya, kata "muhtasyam" sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai sosial dan agama. Dalam Islam, kata ini digunakan untuk menggambarkan sifat seorang hamba yang memiliki rasa malu dan takut kepada Tuhan. Mereka yang dianggap muhtasyam adalah orang-orang yang selalu mengingatkan diri mereka sendiri tentang kelemahan dan keterbatasan mereka, sehingga mereka tidak pernah sombong dan angkuh. Dalam konteks budaya, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan sifat orang yang memiliki rasa malu dan tidak pernah ingin menonjolkan diri mereka sendiri. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "muhtasyam" dalam kalimat yang alami: - "Ia adalah seorang anak yang muhtasyam, tidak pernah menolak untuk membantu orang lain." - "Dia adalah seorang kepala keluarga yang muhtasyam, selalu mengingatkan anak-anaknya untuk berbuat baik." - "Dia adalah seorang hamba yang muhtasyam, selalu mengingatkan dirinya sendiri tentang kelemahan dan keterbatasan yang dimilikinya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "muhtasyam" sangat relevan dalam membantu kita mengembangkan sifat-sifat yang positif dan menghindari sifat-sifat yang negatif. Dengan memiliki rasa malu dan takut kepada Tuhan, kita dapat menjadi lebih berhati-hati dan lebih bijaksana dalam membuat keputusan. Dengan demikian, kita dapat menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dalam hidup ini.