Arti Kata "mulhid" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mulhid" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mulhid

mul·hid n Isl orang yg sesat; orang yg tidak percaya kpd Tuhan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mulhid"

📝 Contoh Penggunaan kata "mulhid" dalam Kalimat

1.Dalam agama Islam, umat mulhid sering menolak kewajiban zakat.
2.Guru memberikan contoh pada muridnya tentang bagaimana seorang mulhid berpikir tentang kehidupan setelah kematian.
3.Dalam novel terbaru, karakter utamanya adalah seorang intelektual yang menjadi mulhid dan menolak iman.
4.Pada abad ke-7, seorang filosof Yunani yang menjadi mulhid menulis buku tentang kebenaran yang abadi.
5.Kata-kata keras sang imam membuat seorang mulhid di gereja menjadi marah.

📚 Artikel terkait kata "mulhid"

Mengenal Kata 'mulhid' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mulhid" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mulhid" seringkali digunakan dalam konteks agama Islam, namun maknanya juga relevan dalam diskusi keagamaan dan moralitas umum. Secara historis, kata "mulhid" berasal dari bahasa Arab dan memiliki arti 'orang yang tidak percaya' atau 'orang yang sesat'. Dalam konteks agama Islam, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak percaya kepada Tuhan atau tidak mengikuti ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mulhid" seringkali digunakan dalam konteks yang lebih luas. Berikut beberapa contoh penggunaan kata mulhid dalam kalimat yang alami: * "Dia dianggap sebagai mulhid oleh masyarakat karena tidak pernah mengikuti ritual keagamaan." * "Seorang filsuf yang dianggap mulhid oleh banyak orang karena tidak percaya kepada keberadaan Tuhan." * "Dia mengakui dirinya sebagai mulhid dan tidak ingin lagi terlibat dalam kegiatan keagamaan." Kata "mulhid" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era globalisasi, banyak orang yang terpengaruh oleh nilai-nilai materialis dan mengabaikan aspek spiritual. Oleh karena itu, penting untuk mengingatkan diri kita tentang arti nilai-nilai spiritual dan agama dalam kehidupan sehari-hari.