Arti Kata "mutisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mutisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mutisme

mu·tis·me n Psi keadaan seseorang yg tidak mempunyai kemampuan berbicara atau latah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mutisme"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "mutisme" dalam Kalimat

1.Pada umumnya, anak kecil dengan mutisme mengalami kesulitan berkomunikasi dengan keluarga.
2.Ketika menghadapi situasi stres, seseorang mengalami mutisme dan tidak dapat berbicara apa pun.
3.Dalam psikologi, mutisme dapat disebabkan oleh faktor-faktor mental yang kompleks dan memerlukan perawatan.
4.Anak dengan kebutuhan khusus mengalami mutisme dan membutuhkan bantuan pendidik yang kompeten.
5.Penelitian menunjukkan bahwa mutisme pada anak-anak seringkali terkait dengan masalah emosi dan kesulitan berkomunikasi.

πŸ“š Artikel terkait kata "mutisme"

Mengenal Kata 'mutisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mutisme" - Inspirasi dan Motivasi

Mutisme, suatu kondisi yang melibatkan kesulitan berbicara atau bahkan kehilangan kemampuan berkomunikasi secara verbal. Fenomena ini telah ada sejak lama, namun masih banyak orang yang belum memahami apa itu mutisme dan bagaimana kondisi ini mempengaruhi kehidupan seseorang. Dalam sejarah, mutisme telah dipahami sebagai kondisi yang kompleks dan multifaktor. Beberapa sumber mengidentifikasi mutisme sebagai bagian dari spektrum afasia, kondisi neurologis yang mempengaruhi kemampuan berbicara dan bahasa. Dalam beberapa kasus, mutisme dapat disebabkan oleh gangguan mental, seperti depresi atau kecemasan, atau bahkan kondisi fisik, seperti cedera otak atau stroke. Pengertian mutisme yang luas ini menunjukkan bahwa kondisi ini tidak hanya terbatas pada kesulitan berbicara, tetapi juga dapat mempengaruhi aspek lain dari komunikasi dan interaksi sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak langsung menyadari adanya mutisme di sekitar kita. Namun, ketika seseorang mengalami kesulitan berbicara atau tidak dapat berkomunikasi secara efektif, kita dapat melihat dampaknya terhadap kehidupan mereka. Dalam budaya Indonesia modern, misalnya, mutisme dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, atau bahkan kolega. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat membuat seseorang merasa isolated atau terasing dari masyarakat. Dalam beberapa contoh, kita dapat melihat penggunaan kata mutisme dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia menderita mutisme setelah mengalami cedera otak dalam kecelakaan mobil." atau "Kondisi mutisme yang dialami oleh anak itu sangat mempengaruhi kemampuan belajarnya." Dengan memahami kata mutisme dan konteksnya, kita dapat lebih memahami kehidupan orang-orang yang menderita kondisi ini dan bagaimana kita dapat membantu mereka.