Arti Kata "naik setom" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "naik setom" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

naik setom

Cakapan (tidak baku) menjadi marah (panas hati)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "naik setom"

📝 Contoh Penggunaan kata "naik setom" dalam Kalimat

1.Dia naik setom ketika mendengar komentar yang tidak sopan dari temannya.
2.Ketika berbicara dengan atasan, dia harus tetap tenang dan tidak naik setom.
3.Pada pertandingan sepak bola, suporter lawan naik setom setelah skor yang tidak diinginkan.
4.Dia naik setom ketika mendengar kabar bahwa proyek bisnisnya tidak mendapatkan dana yang cukup.
5.Dalam drama, tokoh utama naik setom ketika menemukan kebenaran tentang masa lalunya.

📚 Artikel terkait kata "naik setom"

Mengenal Kata 'naik setom' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Naik Setom" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "naik setom" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang marah atau panas hati. Dalam bahasa Indonesia, kata ini tidak memiliki makna yang baku, namun sering digunakan untuk mengungkapkan emosi yang tidak stabil. Kata "naik setom" juga memiliki konotasi negatif, sehingga sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak diinginkan. Dalam sejarah, kata "naik setom" mungkin berasal dari kebiasaan orang tua lama yang menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan anak-anak yang tidak teratur emosinya. Meskipun demikian, kata ini tidak memiliki bukti historis yang jelas dan mungkin telah berkembang sebagai istilah yang tidak baku. Naik Setom dalam Percakapan Sehari-Hari Kata "naik setom" sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: - "Dia mulai naik setom ketika saya menolak ajakannya." - "Saya punya teman yang sering naik setom karena tidak bisa menahan emosi." - "Dia naik setom karena saya tidak memberinya uang." Dalam setiap kalimat di atas, kata "naik setom" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang marah atau panas hati. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk mengungkapkan emosi yang tidak stabil. Relevansi Kata "Naik Setom" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "naik setom" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Dalam kehidupan modern, banyak orang yang memiliki emosi yang tidak stabil dan sering naik setom karena berbagai alasan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan mengelola emosi dan menghindari perilaku yang tidak diinginkan. Dalam kesimpulan, kata "naik setom" adalah istilah yang tidak baku yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang marah atau panas hati. Meskipun tidak memiliki makna yang baku, kata ini memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.