Arti Kata "negativisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "negativisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

negativisme

ne·ga·ti·vis·me /négativisme/ n 1 sikap batin atau pandangan yg bersifat acuh tak acuh; 2 Psi sifat atau kecenderungan untuk menolak, menentang, atau mengingkari

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "negativisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "negativisme" dalam Kalimat

1.Sikap negativisme yang ditunjukkan oleh anak itu sangat mengganggu proses belajarannya di sekolah.
2.Pengaruh negativisme dari temannya membuatnya tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan kantor.
3.Sikap negativisme yang kuat membuat seseorang sulit menerima pendapat orang lain.
4.Dalam psikologi, negativisme dapat berupa kecenderungan untuk menolak atau menentang ide lain.
5.Sikap negativisme yang kuat dapat menyebabkan hubungan antar manusia menjadi buruk.

📚 Artikel terkait kata "negativisme"

Mengenal Kata 'negativisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Negativisme" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi Negativisme

Negativisme adalah konsep yang paling baik dikenal sebagai sikap batin atau pandangan yang bersifat acuh tak acuh. Kata ini juga memiliki makna yang terkait dengan sifat atau kecenderungan untuk menolak, menentang, atau mengingkari. Sejarah kata negativisme sendiri berasal dari bahasa Latin negativus, yang berarti "tidak, tidak ada". Dalam konteks sosial, negativisme sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sikap orang yang tidak peduli atau tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Contoh Penggunaan Negativisme

Negativisme sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam tulisan. Misalnya, "Sikap negativisme dari teman saya membuat saya merasa tidak nyaman dalam berbicara dengannya". Pada kasus lain, "Pemimpin partai itu menunjukkan gejala negativisme dengan menolak mendengar saran dari tim ahli". Contoh lainnya adalah "Sikap negativisme dari masyarakat membuat proyek besar ini sulit untuk diwujudkan".

Relevansi Negativisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Negativisme sering kali menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, negativisme dapat menyebabkan konflik dan kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengenal dan memahami konsep negativisme agar kita dapat menghindari perilaku yang tidak bermanfaat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan suasana yang lebih positif dan harmonis dalam berinteraksi dengan orang lain.