Arti Kata "nekrofilia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nekrofilia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nekrofilia

nek·ro·fi·lia /nérofilia/ n 1 penyakit (kelainan) berupa tertarik secara seksual untuk menyetubuhi mayat: kemungkinan ia mengidap --; 2 orang yg berhubungan seks dng mayat; 3 rasa tertarik yg abnormal thd mayat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nekrofilia"

📝 Contoh Penggunaan kata "nekrofilia" dalam Kalimat

1.Dokter menemukan bahwa pasien mengidap nekrofilia, penyakit yang menakutkan.
2.Konselor mengajarkan anak untuk tidak meniru perilaku nekrofilia yang tidak normal.
3.Dalam novel itu, tokoh utama memiliki kenakalan remaja yang mencerminkan kecenderungannya terhadap nekrofilia.
4.Dalam kuliah kesehatan, dosen menjelaskan bahwa nekrofilia adalah gangguan mental yang berbahaya.
5.Pengamat sosial menyatakan bahwa nekrofilia di beberapa budaya masih dipraktikkan dengan sadar.

📚 Artikel terkait kata "nekrofilia"

Mengenal Kata 'nekrofilia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nekrofilia" - Kekhasan Manusia

Nekrofilia adalah salah satu kata yang paling menarik perhatian publik di Indonesia. Kata ini mungkin asing bagi sebagian orang, tetapi secara umum, banyak orang telah mendengar tentang fenomena ini melalui berita atau film-film horor. Nekrofilia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan atau penyakit yang menyebabkan seseorang tertarik secara seksual terhadap mayat. Fenomena ini telah ada sejak zaman kuno, tetapi pengetahuan tentang hal ini masih terbatas dan dewan dokter psikologi seringkali tidak mengakui fenomena ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kata nekrofilia seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa "Ia mungkin mengidap nekrofilia", maka itu berarti ia memiliki kecenderungan untuk tertarik secara seksual terhadap mayat. Contoh lain, "Orang itu melakukan hubungan seksual dengan mayat", maka itu juga berarti ia mengalami nekrofilia. Bahkan, kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih umum, seperti "Rasa takut terhadap kematian adalah salah satu contoh rasa takut yang abnormal terhadap kematian". Dalam budaya Indonesia modern, kata nekrofilia seringkali dikaitkan dengan film-film horor atau berita-berita yang mengeksploitasi fenomena ini. Namun, perlu diingat bahwa nekrofilia bukanlah hal yang lucu atau biasa-biasa saja. Fenomena ini merupakan salah satu contoh kekhasan manusia yang sangat kompleks dan tidak dapat dipahami dengan mudah. Dengan demikian, penting untuk kita memahami bahwa nekrofilia adalah fenomena yang perlu diperhatikan dan dipelajari dengan hati-hati.