Arti Kata "nistagmus" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nistagmus" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nistagmus

nis·tag·mus n Dok gerakan bola mata yg cepat tanpa disengaja (di luar kemampuan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nistagmus"

📝 Contoh Penggunaan kata "nistagmus" dalam Kalimat

1.Dokter mata menemukan gejala nistagmus pada pasien baru yang datang ke klinik.
2.Bayi lahir dengan kondisi nistagmus yang berpotensi memengaruhi kemampuan penglihatannya.
3.Pengobatan nistagmus melibatkan kombinasi terapi fisik dan medis untuk mengurangi gejala.
4.Kondisi nistagmus dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan keseimbangan.
5.Pasien dengan nistagmus harus melaporkan gejala ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

📚 Artikel terkait kata "nistagmus"

Mengenal Kata 'nistagmus' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nistagmus" - Gejala Kesehatan Mata yang Perlu Diketahui

Kata nistagmus sering kali tidak familiar bagi masyarakat umum. Namun, dalam konteks medis, nistagmus memiliki makna yang sangat spesifik. Dokter menyebut nistagmus sebagai gejala gerakan bola mata yang cepat tanpa disengaja, di luar kemampuan kontrol. Gejala ini dapat terjadi karena berbagai penyebab, termasuk gangguan saraf, gangguan otot, atau bahkan efek sampingan obat. Penggunaan kata nistagmus dapat ditemukan dalam kalimat-kalimat medis yang beragam. Misalnya, "Pasien di diagnosis nistagmus akibat efek sampingan obat anti-inflamasi". Dalam konteks lain, "Dokter melakukan pemeriksaan mata untuk mengetahui penyebab nistagmus pada pasien". Bahkan, kata nistagmus juga dapat digunakan dalam konteks ilmiah, seperti "Penelitian menunjukkan bahwa nistagmus dapat menjadi gejala awal gangguan saraf pada anak-anak". Dalam kehidupan sehari-hari, nistagmus tidak hanya dapat ditemukan dalam konteks medis, tetapi juga dalam budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam film-film Indonesia, nistagmus digunakan sebagai alibi untuk menggambarkan karakter dengan gangguan saraf. Selain itu, dalam konteks kesenian, nistagmus digunakan sebagai inspirasi untuk menggambarkan gerakan-gerakan yang tidak terduga. Dengan demikian, nistagmus tidak hanya merupakan kata yang tidak familiar, tetapi juga memiliki makna yang sangat luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.