Arti Kata "obsesif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "obsesif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

obsesif

ob·se·sif /obsésif/ a bersifat obsesi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "obsesif"

📝 Contoh Penggunaan kata "obsesif" dalam Kalimat

1.Dia memiliki kepribadian yang obsesif dalam merencanakan setiap detail pernikahannya.
2.Pemilik toko itu sibuk karena obsesinya untuk memenuhi pesanan besar sebelum akhir pekan.
3.Dalam novel itu, pemeran utama memiliki obsesi untuk mencari kebenaran tentang masa lalunya.
4.Guru mengajarkan para siswa untuk tidak menjadi obsesif dengan nilai ujian, tetapi lebih fokus pada proses belajar.
5.Dia memiliki obsesi untuk membersihkan rumahnya dengan sempurna setiap hari.

📚 Artikel terkait kata "obsesif"

Mengenal Kata 'obsesif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Obsesif" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "obsesif" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan sifat atau perilaku yang dipengaruhi oleh obsesi, yaitu ide atau keinginan yang tidak dapat dikendalikan oleh akal sehat. Sejarah kata ini berasal dari bahasa Perancis, "obsédé", yang berarti "dipenuhi oleh keinginan yang tidak dapat dikendalikan". Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang, meskipun tindakan tersebut tidak bermanfaat atau bahkan berbahaya. Contoh penggunaan kata "obsesif" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - "Dia memiliki sifat **obsesif** yang membuatnya tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai." - "Dia sangat **obsesif** dalam mengejar tujuannya, sehingga tidak pernah membiarkan kegagalan menghalangi jalan." - "Dia memiliki kecenderungan **obsesif** untuk membersihkan rumahnya dengan secara berulang-ulang, meskipun sudah bersih." Kata "obsesif" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam era digital, kita seringkali melihat contoh-contoh perilaku **obsesif** yang tidak sehat, seperti orang yang terlalu fokus pada media sosial atau permainan online, sehingga mengesampingkan keseimbangan hidup dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan sifat **obsesif** dalam hubungan asmara, seperti cinta yang terlalu intens dan tidak seimbang.