Arti Kata "oligotrofik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "oligotrofik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

oligotrofik

oli·go·tro·fik a sangat rendah kandungan zat haranya (tt air dsb) untuk kehidupan binatang dan tumbuhan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "oligotrofik"

📝 Contoh Penggunaan kata "oligotrofik" dalam Kalimat

1.Ekosistem danau di dataran tinggi sangat oligotrofik sehingga sulit mendukung kehidupan tumbuhan.
2.Tubuh air laut sangat oligotrofik karena kandungan nutrisinya yang sangat rendah.
3.Pengelolaan perairan oligotrofik sangat penting untuk menjaga kesempurnaan ekosistem laut.
4.Pada awalnya, akuarium yang baru dibeli sangat oligotrofik karena tidak ada nutrisi untuk kehidupan ikan.
5.Dalam pengembangan ekosistem bumi, perlu dipahami bagaimana kondisi perairan oligotrofik mempengaruhi kehidupan di bumi.

📚 Artikel terkait kata "oligotrofik"

Mengenal Kata 'oligotrofik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Oligotrofik" - Inspirasi dari Alam yang Lebih Baik

Kata "oligotrofik" mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun dalam konteks alam dan sains, istilah ini memiliki makna yang sangat spesifik. Dalam arti resmi, oligotrofik berarti memiliki kandungan zat hara yang sangat rendah, sehingga tidak dapat mendukung kehidupan binatang dan tumbuhan dengan baik. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika para ilmuwan dan filosof memperhatikan sifat alam yang unik dan kompleks.

Penggunaan Kata Oligotrofik dalam Alam

Dalam alam, kita dapat menemukan contoh-contoh yang menggambarkan keadaan oligotrofik. Misalnya, perairan yang sangat jernih dan dangkal di daerah tropis, seperti muara sungai atau danau, sering kali memiliki kandungan zat hara yang sangat rendah. Hal ini membuat kehidupan binatang dan tumbuhan yang ada di sana sangat terbatas. Selain itu, gurun pasir yang luas dan tandus juga dapat dianggap sebagai contoh keadaan oligotrofik, karena kondisi geologis dan iklim yang ekstrem membuat kehidupan menjadi sangat sulit.

Relevansi Oligotrofik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat bagaimana keadaan oligotrofik mempengaruhi kegiatan manusia. Misalnya, dalam bidang pertanian, petani harus memilih lokasi yang tepat untuk menanam tanaman, karena kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda antara tanaman yang satu dengan tanaman lainnya. Selain itu, dalam bidang lingkungan, keadaan oligotrofik dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem yang lebih luas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep oligotrofik dan bagaimana cara mengelola keadaan alam dengan lebih baik.