Arti Kata "pantat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pantat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pantat

pan·tat n 1 bagian pangkal paha di sebelah belakang (yg mengapit dubur); bokong; 2 dubur; pelepasan; 3 bagian yg di bawah sekali (tt kuali, periuk, dsb);
-- kuning ki sangat kikir; pelit;
me·man·tati v membelakangi; tidak mengindahkan: anak-anak ~ kakak kelasnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pantat"

📝 Contoh Penggunaan kata "pantat" dalam Kalimat

1.Anak-anak tersebut menoleh ke pantat kakak kelasnya yang sedang berbicara.
2.Pria itu memiliki pantat yang besar dan tebal, membuatnya terlihat lebih kuat.
3.Dalam bahasa Inggris, kata "pantat" dapat berarti bagian bawah kuali, seperti dalam resep masakan.
4.Ibu memegang pantat anaknya dengan lembut saat mencuci pakaian.
5.Dalam seni rupa, pantat dianggap sebagai bagian tubuh yang sulit diukir dan perlu perhatian khusus.

📚 Artikel terkait kata "pantat"

Mengenal Kata 'pantat' - Inspirasi dan Motivasi

Pantat: Makna Luas dan Konteksnya dalam Bahasa Indonesia

Pantat adalah salah satu kata yang memiliki makna luas dan beragam dalam bahasa Indonesia. Kata ini secara resmi berarti bagian pangkal paha di sebelah belakang, dubur, atau bahkan bagian yang di bawah sekali dari suatu permukaan. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, kata pantat seringkali digunakan dalam makna yang lebih informal dan beragam.

Kata pantat telah ada dalam bahasa Indonesia sejak lama, dan dapat ditemukan dalam berbagai konteks sejarah dan budaya. Dalam bahasa Sunda, kata pantat memiliki makna yang sama dengan bahasa Indonesia, yaitu bagian pangkal paha di sebelah belakang. Sementara itu, dalam bahasa Jawa, kata pantat memiliki makna yang lebih luas, mencakup bagian tubuh yang lebih besar.

Berikut beberapa contoh penggunaan kata pantat dalam kalimat yang alami: "Dia memiliki pantat yang besar dan kuat", "Dia mengelus pantat anaknya", atau "Kuali itu memiliki pantat yang panjang". Dalam masing-masing contoh, kata pantat digunakan untuk menggambarkan bagian tubuh yang berbeda-beda, tetapi memiliki makna yang sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata pantat seringkali digunakan dalam konteks yang lebih informal dan beragam. Misalnya, ketika kita menggambarkan seseorang yang kikir atau pelit, kita dapat mengatakan bahwa mereka memiliki "pantat yang keras". Dalam konteks ini, kata pantat digunakan untuk menggambarkan sifat atau kebiasaan seseorang yang tidak mengindahkan orang lain.

Dalam budaya Indonesia modern, kata pantat seringkali digunakan dalam konteks yang lebih luas dan beragam. Misalnya, dalam lagu-lagu populer, kata pantat seringkali digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan bagian tubuh yang berbeda-beda. Dalam konteks ini, kata pantat digunakan untuk menggambarkan kebebasan dan kekuatan tubuh.