Arti Kata "pasah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pasah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pasah

1pa·sah ? fasakh

2pa·sah, ter·pa·sah v sampai (tiba) ke tempat yg bukan menjadi tujuan suatu perjalanan: ia ~ ke rumah sahabatnya yg tinggal sekota dng saya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pasah"

📝 Contoh Penggunaan kata "pasah" dalam Kalimat

1.Ia pasah di stasiun karena lupa membawa tiket.
2.Pada saat itu, mobil kita pasah di tengah jalan karena ban pecah.
3.Saya tidak sabar untuk pasah di rumah setelah berhari-hari perjalanan panjang.
4.Siswa-siswa pasah di taman sekolah karena hujan deras.
5.Dalam puisi, pasah menjadi simbol kekecewaan dan kesedihan.

📚 Artikel terkait kata "pasah"

Mengenal Kata 'pasah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pasah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pasah" memiliki makna umum sebagai tiba ke tempat yang bukan menjadi tujuan suatu perjalanan. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam kesusastraan dan cerita rakyat, terutama dalam kisah-kisah tentang petualangan dan perjalanan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "pasah" masih digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seseorang tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "pasah" dalam kalimat yang alami: - Ia ~ ke rumah sahabatnya yang tinggal sekitar 10 km dari rumahnya. - Setelah berjalan selama 2 jam, mereka ~ ke hutan karena jalan yang terlalu berliku. - Ia berharap tidak ~ ke stasiun kereta karena harus menunggu lebih lama. Kata "pasah" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi ketika kita tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika kita harus beradaptasi dengan perubahan atau kegagalan. Dengan cara ini, kita dapat belajar untuk lebih fleksibel dan terbuka terhadap kemungkinan yang tak terduga.