Arti Kata "pelotot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pelotot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pelotot

pe·lo·tot, me·me·lo·tot v terbuka lebar-lebar (tt mata); membelalak;
me·me·lo·toti v melihat sesuatu (seseorang) dng membelalakkan mata krn marah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pelotot"

📝 Contoh Penggunaan kata "pelotot" dalam Kalimat

1.Dia memelototku dengan marah setelah saya membuat kesalahan itu.
2.pelototannya terlihat jelas di wajahnya saat saya tidak memenuhi janji.
3.Dalam perjalanan ke kantor, dia memelotot mobil saya yang lambat.
4.Guru saya memelotot saya karena tidak menyelesaikan tugas kuliah.
5.Di adegan film itu, pelakon memelotot lawannya dengan marah yang ekstrem.

📚 Artikel terkait kata "pelotot"

Mengenal Kata 'pelotot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pelotot" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pelotot" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan perilaku seseorang yang membelalakkan mata dengan marah atau tidak senang. Namun, apa makna sebenarnya dari kata ini? Dalam bahasa Indonesia, kata "pelotot" memiliki dua arti utama: terbuka lebar-lebar (mata) dan membelalak. Dalam konteks sejarah, kata "pelotot" mungkin berasal dari bahasa daerah atau bahasa lokal, yang kemudian masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui proses pengaruh budaya. Suku-suku asli Indonesia mungkin menggunakan kata ini untuk menggambarkan ekspresi wajah yang marah atau tidak senang. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang menunjukkan rasa tidak senang atau marah tanpa menggunakan kata-kata yang kasar.

Contoh Penggunaan Kata "pelotot"

Kata "pelotot" sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: * Ia membelalakkan mata dan berteriak karena tidak puas dengan hasilnya. * Ibu mempelototkan anaknya karena dia tidak mendengarkan perintahnya. * Dalam pertandingan olahraga, pelatih mempelototkan pemainnya karena dia tidak bermain dengan baik.

Relevansi Kata "pelotot" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "pelotot" masih memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks percakapan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan ekspresi wajah yang marah atau tidak senang, tetapi juga digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang menunjukkan rasa tidak senang atau marah tanpa menggunakan kata-kata yang kasar. Dalam budaya Indonesia modern, kata "pelotot" masih digunakan sebagai bagian dari bahasa sehari-hari, tetapi mungkin tidak sepopuler seperti sebelumnya.