Arti Kata "penyok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "penyok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

penyok

pe·nyok /pényok/ a berlekuk krn tersodok dsb (tt kaleng, bodi mobil, dsb): kaleng minyak itu -- krn terjatuh

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "penyok"

📝 Contoh Penggunaan kata "penyok" dalam Kalimat

1.Benda elektronik tersebut rusak karena penyok saat jatuh dari atas meja.
2.Saya harus hati-hati saat membawa kaleng minyak, karena kaleng tersebut mudah penyok jika terjatuh.
3.Mobilnya penyok parah setelah mengalami kecelakaan pada jalan raya.
4.Kaleng minyak yang penyok itu tidak dapat digunakan lagi karena terbuka.
5.Siswa mengalami penyok pada lututnya setelah jatuh saat berlari di lapangan.

📚 Artikel terkait kata "penyok"

Mengenal Kata 'penyok' - Inspirasi dan Motivasi

Penyok: Mengenal Makna dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kaleng minyak itu **penyok** krn terjatuh dari atas meja. Hal ini membuat kita menyadari bahwa kata **penyok** adalah istilah yang lumrah digunakan dalam bahasa sehari-hari. Namun, apakah Anda tahu bahwa kata **penyok** memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kaleng yang rusak atau terjatuh? Kata **penyok** memang memiliki makna yang terkait dengan kondisi fisik suatu benda, seperti kaleng atau bodi mobil, yang mengalami kerusakan atau keretakan akibat gesekan, jatuh, atau benturan. Dalam konteks ini, **penyok** memiliki kaitan dengan kondisi benda yang tidak lagi dalam keadaan utuh atau lengkap. Hal ini membuat kita menyadari bahwa kata **penyok** memiliki makna yang krusial dalam menyampaikan kondisi suatu benda. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **penyok** dalam kalimat yang alami: - Kaleng minyak itu **penyok** dan tidak bisa digunakan lagi. - Bodi mobil saya **penyok** akibat benturan dengan sisi jalan. - Kaleng makanan itu **penyok** krn terjatuh dari atas meja. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **penyok** memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam konteks keamanan dan kebersihan. Ketika suatu benda **penyok**, maka itu berarti benda tersebut telah mengalami kerusakan yang signifikan dan tidak lagi aman digunakan. Dalam hal ini, kata **penyok** menjadi kunci dalam menyampaikan kondisi suatu benda dan memastikan bahwa benda tersebut tidak lagi dapat digunakan atau diteruskan.