Arti Kata "perfeksionisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perfeksionisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perfeksionisme

per·fek·si·o·nis·me /pérféksionisme/ n 1 watak atau sifat seseorang yg menganggap sesuatu yg tidak sempurna sbg hal yg tidak dapat diterima; 2 doktrin yg menyatakan bahwa kesempurnaan sifat moral seseorang menunjukkan ketinggian derajatnya; 3 doktrin mengenai ketuhanan yg menyatakan bahwa bebas dr perbuatan dosa adalah tujuan yg akan dicapai di dunia

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perfeksionisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "perfeksionisme" dalam Kalimat

1.Dia memiliki watak perfeksionisme yang sulit menerima kesalahan apa pun.
2.Doktrin perfeksionisme dalam agama tersebut menyatakan bahwa manusia bisa mencapai kesempurnaan.
3.Dia memiliki perfeksionisme yang sangat tinggi dalam menyelesaikan proyeknya.
4.perfeksionisme dalam dunia hukum dapat menyebabkan seseorang menjadi sangat ketat dalam menilai kebenaran.
5.Dalam novel itu, karakter utama memiliki perfeksionisme yang menyebabkan dia menjadi sangat sedih.

📚 Artikel terkait kata "perfeksionisme"

Mengenal Kata 'perfeksionisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Perfeksionisme" - Inspirasi dan Motivasi

Pernahkah Anda mendengar kata "perfeksionisme" dalam percakapan sehari-hari? Kata ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda, tetapi apakah Anda benar-benar mengerti apa itu perfeksionisme? Perfeksionisme adalah watak atau sifat seseorang yang menganggap sesuatu yang tidak sempurna sebagai hal yang tidak dapat diterima. Doktrin ini juga menyatakan bahwa kesempurnaan sifat moral seseorang menunjukkan ketinggian derajatnya. Dalam konteks keagamaan, perfeksionisme juga berkaitan dengan doktrin mengenai ketuhanan yang menyatakan bahwa bebas dari perbuatan dosa adalah tujuan yang akan dicapai di dunia. Dalam prakteknya, perfeksionisme dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, seorang siswa yang sangat ingin mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran, seorang pekerja yang selalu ingin melaksanakan tugas dengan tepat dan tepat waktu, atau seorang atlet yang ingin mencapai performa terbaik di setiap kompetisi. Dalam kalimat yang alami, kita bisa melihat contoh penggunaan kata perfeksionisme seperti: - "Dia memiliki perfeksionisme yang sangat tinggi dalam bekerja, sehingga selalu mengutamakan kualitas atas kuantitas." - "Dia selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dengan meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya untuk mencapai perfeksionisme di bidangnya." - "Dalam dunia bisnis, perfeksionisme menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan." Dalam kehidupan sehari-hari, perfeksionisme dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita. Dengan memiliki sifat perfeksionis, kita dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas diri sendiri, serta mencapai tujuan yang lebih tinggi. Namun, perlu diingat bahwa perfeksionisme juga dapat menjadi sumber stres dan kelebihan beban jika tidak dibatasi. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara perfeksionisme dan kenyamanan dalam mencapai tujuan hidup.