Arti Kata "perkolar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perkolar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perkolar

per·ko·lar n sari (bahan nabati) hasil perkolasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perkolar"

📝 Contoh Penggunaan kata "perkolar" dalam Kalimat

1.Pengrajin minyak atsiri mengolah sari buah melalui proses perkolasi untuk menghasilkan minyak esensial.
2.Dalam proses ekstraksi minyak, perkolasi adalah cara yang umum digunakan untuk mengisolasi sari bahan alami.
3.Suntikan hidrolik digunakan dalam proses perkolasi untuk memisahkan cairan dari padatan.
4.Dosen menerangkan tentang proses perkolasi dalam kimia anorganik pada kuliah hari ini.
5.Proses perkolasi dilakukan untuk mengisolasi sari dan ekstrak dari bahan alami untuk digunakan dalam kosmetik.

📚 Artikel terkait kata "perkolar"

Mengenal Kata 'perkolar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "perkolar" - Pentingnya dalam Ekonomi Lokal

Kata "perkolar" mungkin tidak banyak dipahami oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi generasi milenial. Namun, sebenarnya kata ini memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ekonomi lokal di Indonesia. Secara resmi, perkolar adalah bahan nabati hasil perkolasi, yang merupakan proses pengekstrakan atau pemisahan zat-zat terlarut dari larutan. Sejarah perkembangan kata "perkolar" terkait erat dengan tradisi pengolahan sari pati dan lainnya dari tumbuhan yang telah ada sejak zaman dahulu kala. Masyarakat pedalaman di Indonesia telah menggunakan proses perkolasi untuk mendapatkan sari pati maupun minyak dari tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Namun, dengan kemajuan teknologi, proses perkolasi menjadi kurang populer dan dianggap sebagai metode pengolahan yang sederhana. Namun, perkolar masih memiliki penggunaan yang luas dalam berbagai kalimat sehari-hari. Contohnya, "Hasil perkolasi tanaman kopi menghasilkan perkolar yang sangat berguna." Atau, "Masyarakat di pedalaman menggunakan perkolar untuk membuat obat-obatan tradisional." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "perkolar" masih memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang masih mempraktikkan tradisi pengolahan sari pati dan lainnya.