Arti Kata "perkutut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perkutut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perkutut

per·ku·tut n burung ketitir, ukuran panjang badannya kurang lebih 10 cm, warna bulunya blirik abu-abu kehitam-hitaman di seluruh badan, paruhnya berwarna hitam, dan kakinya pendek; Geopelia striata

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perkutut"

📝 Contoh Penggunaan kata "perkutut" dalam Kalimat

1.Burung perkutut adalah salah satu hewan yang paling populer di kalangan pecinta burung.
2.Masyarakat di desa memiliki kebiasaan memelihara burung perkutut sebagai hiburan sehari-hari.
3.Di kebun binatang, terdapat beberapa burung perkutut yang berinteraksi dengan burung lainnya.
4.Pada hari itu, aku melihat seekor burung perkutut yang sedang berlatih bersuara.
5.Di Indonesia, burung perkutut adalah salah satu spesies burung yang dilindungi oleh Undang-Undang.

📚 Artikel terkait kata "perkutut"

Mengenal Kata 'perkutut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Perkutut" - Burung Cantik dari Alam

Kata "perkutut" seringkali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta alam dan burung. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu perkutut dan mengapa burung ini begitu populer di Indonesia? Dalam bahasa Indonesia, kata "perkutut" memiliki makna yang khusus, yaitu burung ketitir yang memiliki ukuran panjang badan kurang lebih 10 cm, dengan warna bulu abu-abu kehitam-hitaman di seluruh badan, paruh hitam, dan kaki pendek.

Sejarah dan Konteks Sosial

Pada masa lalu, burung perkutut seringkali menjadi simbol kecantikan dan keindahan alam. Mereka hidup di hutan dan padang rumput, dan dikenal karena suara kicau yang indah. Pada masa kolonial, perkutut menjadi burung yang populer di kalangan bangsawan dan aristokrat. Mereka memelihara burung perkutut sebagai hewan peliharaan dan membiarkannya berkicau di dalam kandang.

Contoh Penggunaan Kata "Perkutut"

Di kehidupan sehari-hari, Anda mungkin pernah mendengar seseorang mengatakan, "Aku ingin memelihara burung perkutut sebagai peliharaan." atau "Aku suka mendengar kicauan burung perkutut di pagi hari." Dalam kalimat seperti ini, kata "perkutut" digunakan untuk menggambarkan jenis burung yang indah dan cantik. Selain itu, kata "perkutut" juga digunakan dalam kalimat seperti, "Aku pergi ke taman burung untuk melihat burung perkutut yang sedang berkicau." atau "Aku ingin membeli burung perkutut sebagai hewan peliharaan."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, burung perkutut masih menjadi burung yang populer dan digandrungi oleh banyak orang. Mereka dianggap sebagai simbol kecantikan dan keindahan alam, dan seringkali digunakan sebagai motif dalam seni dan desain. Selain itu, burung perkutut juga dianggap sebagai burung yang berguna dalam menjaga keseimbangan alam dan menghindari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh hama-hama. Dengan demikian, burung perkutut masih memiliki tempat yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.