Arti Kata "pertuturan tak langsung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pertuturan tak langsung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pertuturan tak langsung

per.tu.tur.an tak langsung Istilah linguistik pertuturan dengan menggunakan untuk maksud kalimat yang tidak umum pertuturan itu sendiri, misalnya permintaan yang disampaikan dengan kalimat tanya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pertuturan tak langsung"

📝 Contoh Penggunaan kata "pertuturan tak langsung" dalam Kalimat

1.Dalam percakapan formal, ia bertanya apakah saya mau makan siang.
2.Dia bertanya apakah saya ingin pergi ke bioskop sore itu.
3.Dalam kisah sastra, ia berkata bahwa langit akan turun ke bumi.
4.Sekolah meminta para siswa untuk menulis tentang apa yang mereka harapkan di masa depan.
5.Dia mengatakan bahwa ia tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi.

📚 Artikel terkait kata "pertuturan tak langsung"

Mengenal Kata 'pertuturan tak langsung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pertuturan Tak Langsung" - Taktik Berkomunikasi yang Pintar

Pertuturan tak langsung adalah istilah linguistik yang merujuk pada pertuturan dengan menggunakan kata-kata yang tidak langsung untuk menyampaikan maksud atau pesan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering digunakan dalam konteks komunikasi formal maupun informal. Sejarahnya, pertuturan tak langsung telah hadir sejak zaman kuno, ketika orang-orang menggunakan bahasa yang lebih halus dan elegan untuk menyampaikan pesan yang sensitif. Dalam kehidupan sehari-hari, pertuturan tak langsung sering digunakan untuk menghindari konflik atau keributan. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat seperti: "Mungkin kamu ingin pergi sendiri, kan?" yang sebenarnya berarti "Aku tidak ingin kamu ikut". Atau, "Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu sekarang, mungkin nanti." yang sebenarnya berarti "Aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu sekarang". Pertuturan tak langsung juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks budaya, pertuturan tak langsung sering digunakan untuk menghindari kesan kasar atau tidak sopan. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat seperti: "Aku rasa kamu sudah terlalu tua untuk bermain mainan itu." yang sebenarnya berarti "Aku tidak ingin kamu bermain mainan itu". Dengan demikian, pertuturan tak langsung dapat membantu kita dalam berkomunikasi dengan lebih efektif dan efisien. Dalam kesimpulan, pertuturan tak langsung adalah taktik berkomunikasi yang pintar yang dapat membantu kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan memahami makna dan konteksnya, kita dapat menggunakan pertuturan tak langsung dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih efektif dan efisien.