Arti Kata "picing" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "picing" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

picing

pi·cing Mk v pejam;
ber·pi·cing v memejam(kan) mata;
me·mi·cing v 1 memejam(kan) (mata); 2 tidur: semalam-malaman aku tidak dapat ~ mata sedikit pun;
me·mi·cing·kan v memicing;
ter·pi·cing v 1 terpejam (matanya): krn lelahnya, mataku ~; 2 tertidur;
se·pi·cing n terpejam sebentar; sekejap: belum tertidur ~ pun, tidak tidur sekejap pun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "picing"

📝 Contoh Penggunaan kata "picing" dalam Kalimat

1.Setelah beraktifitas seharian, aku merasa lelah dan mataku terpejam.
2.Dalam pelajaran biologi, guru menjelaskan bahwa hewan tertentu memiliki kemampuan memejam mata mereka untuk beristirahat.
3.Saya tidak bisa tidur semalam-malaman karena ada suara yang mengganggu, sehingga mataku tidak pernah terpejam.
4.Pada hari libur, aku memilih untuk tidur sekejap dan tidak perlu memejam mataku lagi.
5.Dokter mengatakan bahwa pasien harus memejam mata mereka untuk memulihkan penglihatan setelah operasi.

📚 Artikel terkait kata "picing"

Mengenal Kata 'picing' - Inspirasi dan Motivasi

Picing: Mengenal Makna dan Konteksnya

Pinging! Ternyata, kata "picing" memiliki makna yang lebih dalam daripada yang kita pikirkan. Dalam bahasa Indonesia, picing memiliki arti resmi sebagai "memejam" atau "terpejam". Kata ini memiliki sejarah panjang dan digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam budaya Indonesia. Pada masa lalu, kata "picing" sering digunakan dalam kalimat seperti "Aku tidak bisa ~ mata sedikit pun karena lelah". Ini menunjukkan bahwa kata ini memiliki makna yang lebih dekat dengan "tidur" atau "tertidur". Dalam konteks ini, picing memiliki konotasi yang positif, seperti kelelahan atau kebosanan. Namun, dalam konteks lain, kata ini juga dapat memiliki makna yang negatif, seperti ketiduran atau kehilangan kesadaran. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "picing" dalam kalimat yang alami: * "Aku ~ mata setelah berjuang sepanjang hari." * "Dia ~ setelah makan makanan yang lezat." * "Aku tidak bisa ~ mata sedikit pun karena lelah." Kata "picing" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam budaya Indonesia, kata ini sering digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti kebiasaan atau tradisi. Misalnya, dalam konteks budaya Jawa, picing memiliki makna yang lebih dekat dengan "tertidur" atau "kehilangan kesadaran". Dalam konteks ini, kata ini memiliki konotasi yang lebih negatif, seperti kelelahan atau kebosanan. Dalam kesimpulan, kata "picing" memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks daripada yang kita pikirkan. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dekat dengan "tidur" atau "tertidur". Dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern, kata ini memiliki relevansi yang signifikan dan digunakan dalam berbagai konteks.