Arti Kata "pikun" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pikun" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pikun

pi·kun a 1 kelainan tingkah laku (sering lupa dsb) yg biasa terjadi pd orang yg sudah berusia lanjut; linglung; pelupa; 2 ki tidak berfungsi dng baik krn sudah lama atau tua (mesin, perkakas, dsb): alat pencatat gempa yg sudah -- krn tuanya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pikun"

📝 Contoh Penggunaan kata "pikun" dalam Kalimat

1.Di usia lanjut, kebiasaan pikun seringkali disebut sebagai tanda kekurangan gizi.
2.Bapak itu sering lupa mengambil obat, sebuah gejala klasik dari pikun.
3.Penggunaan mesin foto tua sudah terlihat tidak berfungsi dengan baik karena pikun.
4.Dia mengalami pikun yang parah, sehingga sukar untuk dirawat di rumah.
5.Keluarga tersebut harus mengambil keputusan untuk memindahkan ayahnya ke panti jompo karena gejala pikun yang parah.

📚 Artikel terkait kata "pikun"

Mengenal Kata 'pikun' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pikun" - Kunci Menghadapi Tantangan Usia Lanjut

Pikun adalah kata yang mungkin tidak asing bagi kita, terutama bagi mereka yang telah mengalami perubahan fisik yang signifikan dengan usia lanjut. Menurut KBBI, pikun memiliki dua arti, yaitu kelainan tingkah laku yang biasa terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut, seperti lupa atau linglung, dan juga tidak berfungsi dengan baik karena sudah lama atau tua. Dalam konteks sosial, pikun sering dianggap sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh orang yang sudah berusia lanjut. Namun, dengan adanya kesadaran dan pengetahuan yang lebih baik tentang pikun, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan ini dan mencari solusi yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, pikun dapat dilihat pada berbagai aspek, seperti kesemuaan ingatan, kesulitan berjalan, atau bahkan kesulitan mengoperasikan teknologi canggih. Contoh penggunaan kata pikun dalam kalimat yang alami adalah: "Ayah saya sedang mengalami pikun, sehingga sering lupa mengambil obat". Selain itu, pikun juga dapat menjadi sebuah tantangan dalam kehidupan profesional, seperti kesulitan mengoperasikan mesin atau perkakas yang sudah tua. Contoh lainnya adalah: "Mesin pencatat gempa yang digunakan di kantor saya sudah pikun, sehingga tidak dapat merekam data dengan akurat". Dalam budaya Indonesia modern, pikun dapat dianggap sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin tetap produktif dan maju. Dengan demikian, penting bagi kita untuk lebih memahami dan menghadapi pikun dengan baik, sehingga kita dapat tetap menjadi orang yang produktif dan bahagia.