Arti Kata "pleonasme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pleonasme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pleonasme

ple·o·nas·me /pléonasme/ n pemakaian kata-kata yg lebih dp apa yg diperlukan, msl dl kalimat kita harus dan wajib saling menghormati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pleonasme"

📝 Contoh Penggunaan kata "pleonasme" dalam Kalimat

1.Kita harus dan wajib saling menghormati sebagai bagian dari norma sosial.
2.Pernyataan tersebut tidak selalu perlu menggunakan kata "wajib" karena sudah jelas bahwa seseorang harus melakukannya.
3.Guru memerintahkan siswa untuk mengikuti peraturan sekolah dengan tegas dan wajib.
4.Penggunaan kata "tegas" sudah cukup untuk menjelaskan intensitas perintah tersebut.
5.Di universitas, mahasiswa harus dan wajib memenuhi syarat akademik untuk lulus.

📚 Artikel terkait kata "pleonasme"

Mengenal Kata 'pleonasme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pleonasme" - Pemakaian Kata yang Tidak Perlu

Pleonasme adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan pemakaian kata-kata yang lebih dari apa yang diperlukan dalam kalimat. Sejarah kata ini memiliki latar belakang yang menarik, karena pada awalnya, kata pleonasme digunakan dalam konteks linguistik untuk menggambarkan kelebihan atau kekurangan dalam kalimat. Namun, seiring waktu, kata ini menjadi lebih umum digunakan dalam konteks sosial dan budaya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menyaksikan contoh-contoh pleonasme yang terjadi tanpa sadar. Contohnya, ketika seseorang mengatakan "kita harus dan wajib saling menghormati" dalam kalimat tersebut, kata "harus" dan "wajib" merupakan contoh pleonasme karena sudah mencakup makna yang sama. Contoh lainnya adalah "aku sangat sangat senang" atau "kita sangat sangat bersyukur". Kalimat-kalimat seperti ini dapat dikatakan sebagai contoh pleonasme karena menggunakan kata-kata yang lebih dari apa yang diperlukan.

Namun, perlu diingat bahwa pleonasme tidak selalu merupakan hal yang buruk. Dalam beberapa kasus, kata-kata yang digunakan dapat memiliki efek yang positif dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Misalnya, dalam konteks budaya Indonesia, kita sering kali menggunakan kalimat yang lebih panjang dan kompleks untuk menunjukkan kesopanan dan kehormatan. Oleh karena itu, pleonasme dapat menjadi bagian dari kebudayaan kita dan digunakan dalam konteks yang tepat.

Dalam kesimpulan, pleonasme adalah fenomena yang menarik dalam bahasa kita. Meskipun dapat menyebabkan kesalahpahaman dan penyalahgunaan kata-kata, pleonasme juga dapat digunakan dalam konteks yang tepat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Oleh karena itu, mari kita pahami dan gunakan pleonasme dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari kita.