Arti Kata "postulat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "postulat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

postulat

pos·tu·lat n asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "postulat"

📝 Contoh Penggunaan kata "postulat" dalam Kalimat

1.Dalam ilmu matematika, postulat Euclid digunakan sebagai dasar untuk membuktikan teorema-teorema geometri.
2.Dalam filsafat, postulat yang umum dianggap benar tanpa perlu membuktinya adalah keberadaan Tuhan.
3.Sebagai contoh dalam pengembangan teori, ilmuwan memperlakukan hipotesis sebagai postulat sementara hingga dibuktikan.
4.Dalam proses pendidikan, guru sering menggunakan postulat yang telah terbukti untuk memperjelas konsep bagi siswa.
5.Berdasarkan postulat yang diterima, ilmu pengetahuan dapat berkembang dan diperluas menjadi pengetahuan yang lebih luas.

📚 Artikel terkait kata "postulat"

Mengenal Kata 'postulat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Postulat" - Dasar Aksioma dalam Berpikir

Postulat adalah kata yang berasal dari bahasa Latin "postulare," yang berarti "meminta atau mengajukan." Dalam konteks bahasa Indonesia, postulat digunakan untuk menggambarkan asumsi yang menjadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya. Ini berarti bahwa postulat adalah aksioma atau anggapan dasar yang menjadi landasan untuk berpikir dan menganalisis suatu masalah. Dalam sejarah, postulat sering digunakan dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan teori dan konsep baru. Misalnya, dalam teori Einstein tentang relativitas umum, postulat yang digunakan adalah bahwa cahaya bergerak dengan kecepatan konstan di ruang hampa. Dengan demikian, postulat ini menjadi dasar untuk mengembangkan teori relativitas yang kemudian menggantikan teori Newton tentang gravitasi. Dalam kehidupan sehari-hari, postulat juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, saat kita membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu, kita sering kali menggunakan postulat sebagai dasar untuk membuat keputusan tersebut. Contohnya, "Saya akan memilih jalan yang paling cepat dan aman untuk sampai ke tujuan" adalah postulat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, postulat juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam filsafat Jawa, postulat yang digunakan adalah "Kasampurnan" yaitu keadaan yang sempurna dan utuh, yang digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan teori tentang kehidupan dan tujuan manusia. Dengan demikian, postulat ini menjadi landasan untuk berpikir dan menganalisis suatu masalah dalam konteks budaya dan kehidupan sehari-hari. Dalam kesimpulan, postulat adalah kata yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, yang digunakan untuk menggambarkan asumsi yang menjadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya. Dalam berbagai konteks, postulat digunakan sebagai dasar untuk berpikir dan menganalisis suatu masalah, sehingga sangat penting untuk memahami makna dan fungsi postulat dalam kehidupan sehari-hari.