Arti Kata "puadai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "puadai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

puadai

pu·a·dai kl n hamparan (kasur, tikar, dsb) tempat berjalan atau tempat duduk para pembesar, pengantin (ketika bersanding)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "puadai"

📝 Contoh Penggunaan kata "puadai" dalam Kalimat

1.Di rumah kami, tikar puadai digunakan sebagai tempat duduk para tamu yang datang berkunjung.
2.Pada acara pernikahan tradisional, pasangan pengantin menggunakan puadai sebagai tempat bersanding.
3.Dalam sebuah novel, penulis menggambarkan tempat duduk para pembesar sebagai hamparan puadai yang mewah.
4.Sebagai seorang mahasiswa, saya harus mengetahui tentang sejarah dan makna puadai dalam budaya Indonesia.
5.Di museum, kita bisa melihat contoh puadai yang digunakan oleh para raja dan ratu pada zaman dahulu.

📚 Artikel terkait kata "puadai"

Mengenal Kata 'puadai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Puadai" - Tradisi dan Budaya

Pada zaman dahulu, di tengah-tengah masyarakat tradisional Indonesia, terdapat istilah "puadai" yang memiliki makna khusus dalam konteks kebudayaan. Dalam arti resmi, puadai merupakan hamparan tempat berjalan atau tempat duduk para pembesar, pengantin (ketika bersanding). Hamparan ini biasanya terbuat dari kain atau tikar yang dihias dengan indah. Dalam konteks historis, puadai sering digunakan sebagai simbol kehormatan dan kepentingan para pembesar. Mereka duduk di atas puadai sebagai tanda kehormatan dan status sosial yang lebih tinggi. Selain itu, puadai juga digunakan sebagai tempat bersanding bagi pasangan pengantin, sebagai tanda awal dari pernikahan dan kebahagiaan. Puadai memiliki beberapa contoh penggunaan dalam kalimat yang alami, seperti: "Di acara pernikahan, pasangan pengantin duduk bersanding di atas puadai yang dihias dengan indah." Atau, "Para pembesar duduk di atas puadai sebagai tanda kehormatan dan kepentingan." Dengan demikian, puadai menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, puadai masih relevan dalam beberapa acara tradisional, seperti pernikahan dan upacara adat. Namun, dalam budaya modern Indonesia, puadai lebih sering digunakan sebagai simbol kebudayaan dan tradisi, serta sebagai penghargaan kepada para pembesar dan pengantin. Dengan demikian, puadai tetap menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia.